Bencana alam, Tidak Dikategorikan, Umum

Danrem 162/WB Sambut Tim Satgas TNI AD Bangun Tiga Jembatan Yang Putus

Jakarta, tintahitam.news – Tim Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) Banjir Bandang di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) tiba di pelabuhan kota Bima pukul 14.15 menggunakan kapal ADRI LI dari Satuan Angkutan Air Pusat Pembekalan dan Angkutan Angkatan Darat (Satangair Pusbekangad), Jumat (9/2/2021).

Satgas yang terdiri dari Batalyon Zeni Konstruksi 13 Pusat Zeni Angkatan Darat (Yonzikon 13 Puziad) berjumlah 51 orang, pusat perhubungan angkatan darat 3 orang dan Dispenad 3 orang berikut 35 orang kru kapal ADRI.

Satgas Gulbencal TNI AD ini diberangkatkan oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Andika Perkasa dari pelabuhan Satangair Pusbekangad, Tanjung Priok, Selasa (6/4/2021).

Upacara penyambutan Satgas Gulbencal NTB dipimpin langsung Danrem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani yang dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Bima di Dermaga Peti Kemas Pelabuhan Kota Bima.

Dalam sambutannya, Danrem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan sesuai arahan dari Kasad, para personel TNI AD ini bertugas dalam misi kemanusiaan membantu pemulihan jalur transportasi berupa 3 jembatan yang putus akibat diterjang banjir bandang pada 2 April lalu.

Dirinya berharap, dengan kehadiran Satgas Gulbencal TNI AD ini dapat segera memulihkan aktivitas masyarakat yang sempat terkendala akibat beberapa insfraktruktur yang ada di lokasi bencana termasuk jembatan yang putus.

“Jembatan ini merupakan jalur vital bagi aktivitas masyarakat, sehingga butuh kecepatan dalam penanganan pemulihan dan rekonstruksinya”, tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, Danrem menyampaikan terima kasih kepada Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa yang merespons cepat pengiriman personel dan materiel untuk rekonstruksi jembatan di tiga lokasi yaitu Desa Campa, Desa Rade dan Desa Woro.

Hal senada juga disampaikan Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri atas dikirimkannya bantuan Satgas Zeni TNI AD dengan Komandan Batalyon Zeni Konstruksi 13/Karya Etmaka Letkol Czi Alid Setiawan untuk membangun kembali jembatan di tiga lokasi tersebut.

Wartawati: Yulianti
Editor: Denny Arya

Bencana alam, Nasional

Brimob Madura Evakuasi Korban Tanah Longsor Di Pondok Pesantren Annidhoniyah Pasean

Madura, tintahitam.news – Curah hujan yang sangat tinggi beserta angin kencang mengakibatkan bencana tanah longsor di dusun Jepun, Desa Bindang, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan tepatnya di Pondok Pesantren Annidhoniyah pimpinan KH. Muhaidi pada hari Rabu pukul 00:30 WIB (24/02/2021).

Tim SAR Kompi 3/A Pelopor dipimpin Komandan Kompi 3/A Pelopor AKP Sudarsono, S.H., langsung menuju ke tempat kejadian untuk melakukan evakuasi di lokasi tanah longsor. Karena menurut informasi masih ada korban yang tertimbun tanah longsor.

Adapun kronologis kejadian yaitu sekitar pukul 00.30 WIB terjadi hujan lebat dengan intensitas yang sangat tinggi sehingga menyebabkan tanah longsor dan mengakibatkan 2 kamar yang ditempati 7 orang santriwati tertimbun tanah longsor tersebut dan juga menyebabkan korban jiwa sebanyak 5 orang meninggal dunia dan 1 orang mengalami patah tulang serta 1 orang selamat.

Dengan kejadian tersebut 3 orang (1 orang meninggal dunia dan 2 orang selamat) langsung bisa dievakuasi sedangkan 1 orang meninggal dunia berhasil dievakuasi sekitar pukul 05.00 WIB dan 2 orang lainnya berhasil dievakuasi sekitar pukul 07.00 WIB.

Sampai saat ini Tim SAR Kompi 3/A Pelopor masih standby di lokasi kejadian bencana tanah longsor di Ponpes Annidhoniyah.

Wartawati : Yulianti
Editor : Denny Arya