Bencana alam, TNI-POLRI, Umum

Tinjau Lokasi Longsor Dan Banjir Bandang, Wadansat Brimob Dampingi Kapolda Sumatera Utara

tintahitam.news, Sumatera Utara – Wadansat Brimob dampingi Kapolda Sumut Tinjau Lokasi Longsor dan Banjir Bandang di Desa Jangga Dolok Lumbanjulu Kabupaten Toba.

Curah hujan yang tinggi dan berlangsung lama mengakibatkan terjadinya longsor dan banjir bandang di Desa Jangga Dolok Kec. Lumban Julu, Kab. Toba, Sabtu (27/08/22).

Akibatnya, badan jalan lintas menuju Medan maupun menuju Tarutung tertutup material longsor serta 25 unit pemukiman warga terdampak banjir bandang.

Polres Toba dan personil Batalyon B Brimob Sumut langsung bergerak cepat dalam membantu proses evakuasi serta menangani arus lalu lintas yang tidak dapat dilintasi masyarakat akibat tertimbun tanah dan material longsor.

Pembersihan jalan dilakukan Polres Toba bersama Balai Besar Jalan dan Jembatan Nasional, Brimob, TNI dan masyarakat sekitar menggunakan peralatan manual.

Kapolda Sumut Irjen Pol. Drs. R. Z. Panca Putra S, M.Si yang didampingi oleh Wadansat Brimob AKBP James Parlindungan Hutagaol, S.I.K.,M.H., turun langsung meninjau lokasi longsor dan banjir bandang tersebut, Minggu (28/08/22).

Panca mengatakan agar unsur Forkopimda Kab. Toba untuk merapatkan barisan membantu masyarakat yang tertimpa bencana ini.

“Diperhatikan faktor-faktor penyebab banjir dan longsor ini. Pertahankan juga kondisi hutan didalamnya agar mampu menyerap air saat curah hujan tinggi”, ujarnya.

Panca juga meminta pemerintah daerah segera merelokasi tempat tinggal masyarakat dan membuat dapur umum serta buat program untuk menanggulangi banjir dan longsor ini untuk mencegah agar bencana ini tidak terjadi lagi.

“Saya turut prihatin atas musibah yang terjadi. Semoga masyarakat yang terdampak bencana dapat kuat dan ikhlas. Polda Sumut akan berupaya maksimal dalam memberi bantuan kepada masyarakat”, ujarnya.

Yulianti/Red

Bencana alam, Nasional, Umum

Kerahkan Seluruh Bhabinsa, Satgas TNI AD Kebut Pembangunan Jembatan Waisika

Jakarta, tintahitam.news – Satgas Zeni TNI AD dari Yonzikon 13/Karya Etmaka yang tiba pada hari Selasa (26/4/2021) di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur dan langsung memulai pekerjaan pembangunan jembatan di Desa Waisika, Kampung Bukapiting, Kecamatan Alor Timur Laut, Kabupaten Alor.

Tanpa menunggu terlalu lama dan melakukan survei singkat lokasi jembatan yang akan dibangun, personel Yonzikon 13/KE langsung menggelar kekuatan penuh untuk segera menyelesaikan jembatan tersebut agar jalur transportasi yang sempat terputus akibat hancurnya jembatan penghubung tiga kecamatan di wilayah tersebut kembali dapat berfungsi.

Dandim 1622/Alor Letkol Inf Supyan Munawar mengatakan, pihaknya mengerahkan para bhabinsa yang dibantu masyarakat untuk proses pembangunan jembatan tersebut agar segera dapat beroperasional.

“Kami mengerahkan kekuatan penuh para Bhabinsa serta warga yang dengan sukarela membantu bersama-sama dengan personel Yonzikon 13/KE menyelesaikan pembangunan jembatan ini”, ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, selain mengerahkan para Bhabinsa, dari berbagai unsur aparat pemerintah antara lain personel Polri, Dinas PU maupun instansi terkait juga turut berperan aktif agar pembangunan jembatan ini segera dapat diselesaikan.

“Kami sangat berterima kasih kepada pimpinan Angkatan Darat dalam hal ini Bapak Kasad dalam membantu permasalahan masyarakat Alor ini untuk bangkit dari kesedihan akibat bencana banjir bandang beberapa waktu lalu”, imbuhnya.

Sementara itu, Danyonzikon 13/KE Letkol Czi Alid Setiawan menjelaskan, proses pembangunan jembatan di Waisika ini diharapkan dapat diselesaikan personelnya dengan lebih cepat dari waktu yang ditentukan.

“Kami ingin jembatan ini dapat diselesaikan lebih cepat dengan harapan warga dapat segera beraktivitas kembali secara normal. Inilah tekad kami dalam mengemban misi kemanusiaan akibat dampak bencana alam yang dialami warga di sini”, terangnya.

Alid Setiawan menjelaskan, setelah menyelesaikan tiga jembatan di Kabupaten Bima, personelnya dengan seluruh alat berat yang dibawa dari Jakarta langsung bergerak menuju Alor menggunakan Kapal ADRI LI dari Satangair Pusbekangad.

“Perintah langsung dari Bapak Kasad, setelah misi di Bima selesai, kami bergeser ke Kabupaten Alor untuk membangun jembatan di Waisika ini”, jelasnya.

“Selain itu, dukungan bronjong langsung dari Bapak Kasad yang dikirimkan serta bantuan dari berbagai pihak menjadi pemacu semangat kami untuk bekerja semaksimal mungkin dengan waktu cepat”, imbuhnya.

Dari pantauan di lokasi pembangunan Jembatan Waisika, personel Yonzikon 13/KE bekerja tidak kenal lelah. Walau dalam suasana menjalankan ibadah puasa Ramadhan, para personel Yonzikon 13 tetap bersemangat mengerjakan pembangunan jembatan hingga malam hari.

Komandan Kompi Yonzikon 13 Lettu Czi Toni Yulianto yang terjun langsung memimpin anggotanya sepanjang hari dengan mengerahkan seluruh kekuatan pasukannya.

“Kami mengerahkan seluruh personel dan alat berat yang kami bawa. Kami juga bersyukur dibantu masyakarat setempat yang secara bergiliran turut bekerja membantu kami, sehingga pengerjaan jembatan ini dapat lebih cepat diselesaikan”, tuturnya.

Hingga hari ketiga pembangunan Jembatan Waisika ini, hampir menyelesaikan pengerjaan pondasi di kedua tepi jembatan menggunakan Bronjong. Diperkirakan pada hari keempat Jumat (30/4/2021) rangkaian badan jembatan telah dapat dipasang.

Wartawati : Yulianti
Editor: Denny Arya

Bencana alam, Nasional, Umum

Lanjutkan Misi Kemanusiaan, Satgas Zeni TNI AD Langsung Beraksi Saat Tiba Di Alor

Foto : Satgas Zeni TNI AD saat pembangunan jembatan di waisika

tintahitam.news, Jakarta – Satuan Tugas (Satgas) Zeni TNI AD dari Batalyon Zeni Konstruksi (Yonzikon) 13/Karya Etmaka tiba di Pelabuhan Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin malam (26/4/2021).

Menggunakan Kapal ADRI LI dari Satuan Angkutan Air Pusat Pembekalan Angkatan Darat (Satangair Pusbekangad) sejumlah 51 personel Yonzikon 13/KE, 3 orang personel Yonhubad dan 3 personel Dispenad akan melanjutkan misi kemanusiaan membangun jembatan yang putus diterjang banjir bandang akibat Siklon Tropis Seroja pada tanggal 4 April 2021 lalu.

Kedatangan Satgas Penanggulangan Bencana Zeni TNI AD ini akan membangun satu buah jembatan di Waisika, Kabupaten Alor, dengan panjang bentangan jembatan sekitar 18 meter dengan lebar 4 meter.

Kapal ADRI LI bersandar di Dermaga Fery Kalabahi Kabupaten Alor pada Senin malam. Upacara penyambutan Satgas dilakukan pada Selasa pagi (27/4/2021) dengan inspektur upacara Dandim 1622/Alor Letkol Inf Supyan Munawar, S.Ag.

Dijelaskan Dandim, kehadiran Satgas Zeni TNI AD dalam pembangunan jembatan di wilayah teritorialnya sangat membantu warga di Waisika.

Dirinya juga sangat bersyukur kepada Kasad atas respons cepat mengirimkan personel dan materiel pembangunan jembatan tersebut.

“Diharapkan dalam waktu dua minggu ke depan, jembatan ini sudah dapat menghubungkan kembali jalur transportasi di wilayah Waisika”, tuturnya.

Sementara itu Wakil Bupati Alor Imran Duru mengatakan, pihaknya sangat berterima kasih kepada TNI AD terkhusus kepada Kepala Staf Angkatan Darat atas bantuan yang diberikan.

“Kami seluruh masyarakat di Alor sangat bersyukur atas kepedulian TNI AD terutama Bapak Kasad, dengan dibangunnya jembatan ini, kami siap membantu TNI AD dan masyarakat sangat menanti kehadiran TNI AD begitu mendengar akan datangnya bantuan pembangunan jembatan”, terangnya.

Usai upacara penyambutan, seluruh personel Satgas Zeni TNI menuju lokasi pembangunan jembatan di Waisika dan langsung bekerja dengan mengerahkan seluruh kekuatan dibantu masyarakat setempat.

Antusias masyarakat sangat tinggi dalam membantu pembangunan jembatan tersebut tanpa terkecuali para anak-anak dan ibu-ibu.

Wartawati : Yulianti
Editor : Denny Arya

Bencana alam, Nasional, Umum

Jembatan Woro Selesai Diperbaiki, TNI AD Lanjut Perbaiki Jembatan Campa

Foto : jembatan woro yang telah selesai diperbaiki

Jakarta, tintahitam.news – Untuk segera mengatasi kesulitan masyarakat akibat putus maupun rusaknya jembatan di tiga lokasi di Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima, Satgas Zeni TNI AD berkerja tanpa henti secara simultan.

Walau personel Satgas Zeni TNI AD fokus dalam pembangunan jembatan Acrow Panel yang menghubungkan Desa Bolo – Desa Rade, namun perbaikan jembatan di dua lokasi yaitu Desa Woro telah selesai dan akan lanjut perbaikan jembatan di Desa Campa.

Perbaikan jembatan di Desa Woro telah diselesaikan pengerjaannya oleh personel Satgas Zeni TNI AD dari Yonzikon 13/KE dengan dibantu masyarakat setempat.

Danrem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani turut terjun langsung membantu pengerjaan perbaikan jembatan di Desa Woro.

“Bapak-bapak terima kasih telah membantu TNI dalam perbaikan jembatan di Desa Woro ini. Jembatan yang rusak di Desa Campa tidak akan bisa kami perbaiki bila jembatan di Woro ini belum pulih sepenuhnya”, ujarnya di hadapan warga Desa Woro.

Danyonzikon 13/KE Letkol Czi Alid Setiawan menjelaskan, jembatan di Desa Bolo – Rade ini telah sampai pada tahap pemasangan gelagar dilanjutkan lantai jembatan serta perataan sisi-sisi tepi jembatan”, jelasnya.

Dirinya optimis jembatan penghubung dua desa ini dapat diselesaikan prajuritnya paling lambat pada hari Senin (19/4/2021).

Sementara itu, Komandan Kompi Yonzikon 13/KE Kapten Czi Ruzald Auparay menyampaikan, sebagian personelnya yang telah menyelesaikan perbaikan jembatan di Desa Woro, melanjutkan perbaikan jembatan di Desa Campa.

“Untuk perbaikan jembatan di Desa Campa ini memakan waktu lebih lama dari perbaikan jembatan di Desa Woro, namun kami tetap semangat dan optimis dapat menyelesaikannya sesuai target waktu yang diberikan”, ungkap Ruzald.

Di tempat terpisah, Kepala Desa Woro, Abdul Farid Ismail S.H., menyampaikan rasa terima kasihnya kepada TNI AD yang telah mengirimkan personelnya untuk memperbaiki jembatan di desanya yang merupakan akses vital roda perekonomian di Madapangga.

“Terima kasih kepada TNI Angkatan Darat yang telah bekerja pagi hingga malam hari untuk memperbaiki jembatan ini. Warga kami pun sangat antusias membantu agar jembatan ini dapat digunakan kembali dan aktivitas ekonomi warga kembali normal”, tungkasnya.

Wartawati : Yulianti
Editor : Denny Arya

Bencana alam, Nasional, Umum

Warga Desa Rade Dan Desa Bolo Senang, Rangka Jembatan Sudah Selesai Terpasang

Foto ; Kementerian PUPR RI Widiarto saat meninjau pembangunan jembatan di Desa Rade-Bolo

Jakarta, tintahitam.news – Tahap pembangunan jembatan Acrow Panel telah memasuki penyelesaian pembuatan pangkal jembatan penghubung di kedua sisi sungai yang membelah Desa Rade dan Desa Bolo Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima.

Hingga hari kedelapan pada sabtu ini (17/4/2021), pengerjaan pemberonjongan telah selesai seluruhnya untuk kedua sisi jembatan yang digunakan sebagai pangkal jembatan bahkan rangka jembatan pada sabtu siang sudah tampak terpasang.

“Pada hari kedelapan ini kami telah menyelesaikan pembuatan pangkal jembatan dan akan dilanjutkan dengan pemasangan Jembatan Acrow Panel. Diharapkan dalam waktu dua hari ke depan, seluruh badan jembatan telah selesai dan sudah dapat dilalui kendaraan roda empat maupun roda dua”, ujar Danyonzikon 13/KE Letkol Czi Alid Setiawan.

Ditambahkannya, pemasangan Jembatan Acrow Panel ini memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi dibanding jembatan Bailey.

Jembatan Acrow Panel adalah pengembangan dari jembatan Bailey dan jembatan serbaguna yang dapat digunakan dalam kondisi kedaruratan.

Sistem Acrow Panel ini telah dikembangkan pada tahun 1960-an dan digunakan banyak negara baik untuk kepentingan militer maupun panaggulangan bencana. Dimana petak-petak jembatan dapat disesuaikan dengan kebutuhan panjang bentangan tergantung lebar sungai.

Foto : rangka jembatan penghubung yang sudah selesai terpasang

Personel Yonzipur 13/KE selain membangun jembatan Acrow Panel di Desa Bolo-Rade ini, juga memperbaiki dua jembatan lainnya di Desa Woro dan Desa Campa.

Untuk jembatan di Desa Woro, sudah hampir selesai dan hanya tinggal proses meratakan dan pengerasan badan jembatan.

Sedangkan perbaikan jembatan di Desa Campa akan dikerjakan usai jembatan Rade-Bolo dan jembatan Woro selesai dikerjakan.

Ketua Satgas Penanggulangan Bencana NTB/NTT Kementerian PUPR RI Widiarto saat meninjau pembangunan jembatan di Desa Rade-Bolo menyampaikan terima kasih atas sinergitas TNI Angkatan Darat dengan pihak terkait dalam mengatasi serta membantu kesulitan masyarakat yang terdampak bencana banjir bandang di Kabupaten Bima.

“Inilah bentuk sinergitas dan kerja bersama antara TNI Angkatan Darat dengan seluruh komponen bangsa. Kami dari Kementerian PUPR sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada Bapak Kasad atas bantuan dan respons cepatnya”, tuturnya.

Dirinya menyampaikan, untuk pembangunan kembali jembatan yang terputus secara permanen, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemkab Bima.

“Kami akan koordinasikan dan ajuan untuk pembangunan sudah kami terima, mudah-mudahan segera dapat direalisasikan dan jembatan darurat Acrow Panel dari TNI AD ini tentunya sangat membantu dan bermanfaat bagi warga di sini”, tukasnya.

Salah seorang warga Desa Bolo mengaku senang melihat jembatan Acrow Penel pengganti jembatan yang putus telah terbentang menghubungkan desanya dengan desa tetangga.

“Kuat jembatan ini dan cepat, siang malam Bapak Tentara kerja tidak kenal lelah, sebentar lagi kita bisa menyeberang ke desa Rade”, ujar Muhamnad sumringah.

Wartawati : Yulianti
Editor : Denny Arya

Bencana alam, Nasional, Umum

Pasca Banjir Bandang Bima, Danrem 162/Wira Bhakti Gelar Buka Puasa Bersama

Foto : saat buka puasa bersama dengan masyarakat Bima

Bima, tintahitam.news – Usai melakukan peninjauan pembangunan jembatan penghubung di Desa Bolo dengan Desa Rade, Jembatan Woro Jembatan Campa di Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima, Danrem 162/Wira Bhakti Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani bersama para prajurit Satgas Zeni TNI AD, Babinsa serta masyarakat Desa Bolo menggelar buka puasa bersama di Masjid Nurul Yakin, Desa Bolo, Kamis (15/4/2021).

Kebersamaan Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani bersama para prajurit serta masyarakat berbaur dalam suasana hangat sambil menunggu waktu berbuka puasa.

Usai melaksanakan Sholat Magrib berjamaah, Danrem bersama prajurit dan warga makan bersama dalam satu tempat beralaskan daun pisang atau yang menurut tradisi setempat disebut Megibung. Tradisi ini masih terus dipertahankan di wilayah Kepulauan Nusa Tenggara.

Pada saat peninjauan, Danrem juga menyempatkan untuk menyalurkan bantuan Presiden RI kepada para warga korban terdampak bencana banjir bandang di Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima, di Desa Campa serta membagikan mainan kepada anak-anak terdampak bencana sebagai upaya penanganan Trauma Healing.

Pembuatan jembatan di Kecamatan Madapangga akan mulai dapat digunakan dalam beberapa hari ke depan dan pemasangan bronjong sebagai pondasi pangkal jembatan sudah mendekati tahap selesai untuk dilanjutkan pemasangan Acrow Panel.

Setelah selesai menghibur anak-anak, Danrem menyempatkan diri mengunjungi kediaman Umi Delima di Desa Campa. Mantan Istri Almarhum Santoso (MIT) dan memberikan bantuan sembako dari Presiden RI untuk Umi Delima.

“Danrem mengucapkan terima kasih kepada warga Desa Bolo yang hadir pada buka puasa bersama dan berharap kebersamaan ini terus dijaga untuk bangkit dari kesedihan bencana.

“Terima kasih atas kesediaan hadir pada buka puasa bersama dengan prajurit TNI, tujuan kami buka puasa bersama ini dalam rangka menyambung tali silaturahim TNI dengan masyarakat sekitar lokasi pembangunan Jembatan, agar masyarakat lebih dekat dengan TNI”, ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama Kepala Desa Bolo, Muhtar mengucapkan terima kasih kepada Danrem Ahmad Rizal Ramdhani yang sudah membuat kegiatan buka puasa bersama dengan warga di desanya.

“Saya mewakili seluruh masyarakat Desa Bolo mengucapkan terima kasih banyak pada seluruh anggota TNI lebih khususnya pimpinan Korem, yang senantiasa mengundang masyarakat untuk silaturahim dengan TNI dan mau berbuka puasa bersama masyarakat kami di Masjid Nurul Yaqin Cabang Bolo ini”, tutur Kades.

Setelah selesai berbuka puasa bersama, Danrem sholat tarawih bersama dengan masyarakat di Desa Bolo di Masjid Nurul Yaqin.

Setelah selesai Sholat Tarawih, Danrem kembali meninjau lokasi pembuatan jembatan di Desa Bolo yang menghubungkan Desa Rade yang melakukan pekerjaan malam.

Bencana alam, Nasional, Umum

TNI AD Distribusikan Air Bersih, Ibu-Ibu Korban Banjir Bima Langsung Jejer Ember

Foto : Danrem 162/WB saat tinjau lokasi pendistribusian air bersih

Bima, tintahitam.news – Ada hal unik saat Danrem 162/WB meninjau lokasi pendistribusian air bersih kepada warga terdampak bencana banjir bandang di Desa Rade, Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima.

Saat meninjau pembangunan jembatan penghubung Desa Rade-Desa Bolo yang sedang dibangun Satgas Zeni TNI AD dari Yonzikon 13/KE, Danrem berjalan kaki menuju Desa Rade untuk meninjau pendistribusian air bersih yang menggunakan teknologi Reverse Osmosis (RO), Kamis (15/4/2021).

Sepanjang perjalanan menuju lokasi pendistribusian air bersih, Danrem menyapa warga dewasa, ibu-ibu dan anak-anak. Saat tiba di lokasi pendistribusian air bersih, telah berjejer puluhan ember, jerigen maupun bak plastik untuk menampung air bersih. Danrem menyapa para ibu yang telah antri dengan ember maupun jerigennya masing-masing. Sesekali terlihat ada ibu yang berusaha memindahkan embernya agar lebih dekat dengan selang air dari mobil RO milik Zeni TNI AD.

Walau sedikit agak berdesakan, namun proses antian pendistribusian air bersih berjalan relatif tertib. “Halo ibu-ibu semua, bagaimana kabarnya sehat semua kan”, sapa Danrem saat tiba di lokasi.

Dengan serempak, para ibu yang mengantri menjawab sapaan Danrem 162/WB yang mereka sebut dengan Bapak Komandan, dengan penuh keceriaan.

“Alhamdulillah sehat Bapak Komanda, terima kasih banyak air bersihnya dari Bapak Komandan”, jawab para ibu-ibu saling bersahutan.

Foto : Danrem 162/WB sapa para ibu-ibu korban banjir Bimq

Danrem menyampaikan bahwa bantuan air bersih ini merupakan atensi dari pimpinan TNI Angkatan Darat agar dapat dimanfaatkan oleh warga untuk berbagai kebutuhan terutama minum dan memasak.

“Ini bentuk kepedulian kami dari TNI Angkatan Darat kepada warga yang terdampak banjir bandang. Semoga dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan seperti memasak dan bahkan dapat langsung dikonsumsi”, tutur Danrem.

Pada kesempatan tersebut, Danrem juga menekankan kepada warga untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dengan menggunakan masker.

“Maskernya tetap harus dipakai ya ibu-ibu, saat ini masih pandemi Covid-19, walau dalam masa sulit setelah bencana banjir, protokol kesehatan dengan menggunakan masker setiap beraktivitas harus tetap dijalankan untuk kebaikan kita bersama”, pesan Danrem kepada warga.

Dengan perasaan gembira para ibu yang mengantri air bersih mengucapkan terima kasih atas perhatian dari TNI yang tanpa kenal lelah membantu masyarakat pada masa sulit pasca bencana banjir bandang yang melanda sebagian besar wilayah Kabupaten Bima.

“Terima kasih Bapak Komandan, terima kasih kepada bapak-bapak TNI yang selalu bersama kami sepanjang hari hingga malam membantu kami. Semoga Allah SWT membalas kebaikan bapak-bapak TNI semua”, ujar ibu-ibu silih berganti.

Pendistribusian air bersih dengan teknologi RO ini, juga akan didistribusikan ke beberapa desa sesuai permintaan masyarakat.

“Kami siap mendistribusikan air bersih ini ke beberapa desa yang membutuhkan terutama di wilayah Kecamatan Madapangga ini yang terdapat 11 desa”, ujar Letda Czi Syarifudin Perwira Satgas Zeni TNI AD.

Wartawati : Yulianti
Editor : Denny Arya

Bencana alam, Nasional, Umum

Bersama Yonzikon 13/KE, Danrem 162/WB Optimis Pembangunan Jembatan Selesai Dalam Enam Hari

Foto : Danrem 162/WB di lokasi pembangunan jembatan di Bima

Bima, tintahitam.news – Danrem 162/Wira Bhakti Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani optimis pengerjaan pembangunan jembatan Acrow Panel yang menghubungkan Desa Bolo dengan Desa Rade di Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima dapat diselesaikan personel Batalyon Zeni Konstruksi (Yonzikon) 13/Karya Etmaka tepat waktu.

Hal tersebut disampaikannya saat meninjau ke lokasi tiga jembatan pada hari Kamis (15/4/2021) yang menjadi target pengerjaan Satgas Zeni TNI AD pasca banjir bandang yang memutus satu jembatan dan merusak dua jembatan lainnya di Kecamatan Madapangga pada 2 April 2021 lalu.

“Diharapkan pembangunan jembatan Acrow Panel ini dapat selesai enam hari kedepan. Satu sisi pondasi jembatan telah selesai 100 persen dan sisi lainnya masih dalam pengerjaan dengan progress pada hari ini telah mencapai 40 persen”, jelasnya.

“Bila kedua sisi jembatan pondasinya telah selesai, maka pemasangan Acrow Panel dapat segera dilakukan dan jembatan ini dapat digunakan oleh masyarakat di kedua desa tersebut”, imbuhnya.

Danrem juga menegaskan, bahwa setiap hari dirinya melaporkan kepada pimpinan Angkatan Darat dalam hal ini Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa terkait progress pembangunan jembatan serta perbaikan dua jembatan lainnya di Desa Woro dan Desa Campa.

Foto : Danrem 162/WB terjun langsung bersama personel Yonzikon 13/KE

“Untuk perbaikan jembatan di Desa Woro, Insya Allah pada hari Jumat (16/4/2021) sudah selesai pengerjaannya dan akan dilanjutkan perbaikan jembatan di Desa Campa dengan estimasi waktu pengerjaan satu minggu”, tutur Alumni Akmil 1993 ini.

Pihaknya juga mengapresiasi peran aktif instansi pemerintah daerah dan masyarakat bersama-sama dengan prajurit TNI dari Satgas Zeni Angkatan Darat dalam proses pengerjaan jembatan ini.

“Masyarakat sangat antusias membantu pengerjaan jembatan ini karena warga ingin jembatan ini segera selesai dan dapat digunakan untuk beraktivitas kembali sehinga roda perekonomian warga dapat hidup kembali”, tungkasnya.

Selain meninjau lokasi jembatan di Desa Bolo-Rade, Brigjen Ahmad Rizal juga meninjau perbaikan jembatan di Desa Woro dan lokasi jembatan Desa Campa yang tidak lama lagi akan dikerjakan prajurit Yonzikon 13/KE.

Danrem 162/WB saat peninjauan ke tiga lokasi jembatan tersebut didampingi oleh Kasiops Korem 162/WB Kolonel Inf Susilo, Dandim 1608/Bima Letkol Inf Teuku Mustafa Kamal, Danyonzikon 13/KE Letkol Czi Alid Setiawan, serta pejabat terkait lainnya.

Danrem 162/WB pada kesempatan tersebut juga terjun langsung bersama personel Yonzikon 13/KE yang bekerja hingga malam hari untuk segera menyelesaikan pembangunan jembatan di Desa Bolo-Desa Rade dan bersama dengan seluruh prajurit serta masyarakat menggelar buka puasa bersama sebagai bentuk kemanunggalan TNI-Rakyat.

Wartawati : Yulianti
Editor: Denny Arya

Bencana alam, Nasional, Umum

Masuk Hari Ke Lima, Yonzikon 13/KE Kerahkan Seluruh Kekuatan Perbaiki Jembatan Woro

Foto : pengerjaan perbaikan jembatan woro

Jakarta, tintahitam.news – Bencana alam banjir bandang di Kabupaten Bima menyebabkan kerusakan berat pada tiga jembatan utama di Kecamatan Madapangga, Kabupeten Bima yaitu di Desa Rade-Bolo, Desa Woro dan Desa Campa.

Hingga saat ini pembangunan jembatan Acrow Panel yang menghubungkan Desa Bolo dan Desa Rade masih terus dikerjakan pondasinya sebagai penyangga Acrow Panel yang akan dipasang.

Hingga hari ke-5, personel Yonzikon 13/KE telah merampungkan pondasi sisi selatan jembatan dan sedang dikerjakan pondasi sisi utara dengan mengerahkan seluruh kekuatan.

Selain pengerjaan jembatan di Rade, personel Yonzikon 13/KE juga mengerjakan perbaikan jembatan di Desa Woro yang salah satu sisi jembatan dan setengah badan jembatan habis tergerus arus deras sungai akibat banjir bandang.

Danyonzikon 13/KE Letkol Czi Alid Setiawan mengatakan, jembatan di Desa Woro juga harus segera diselesaikan perbaikannya agar jembatan yang berada di Desa Campa juga dapat diperbaiki.

“Kami tidak bisa memperbaiki jembatan di Desa Campa bila jembatan di Desa Woro ini belum terselesaikan. Karena akses menuju Desa Campa malalui jembatan di Desa Woro ini”, jelas Alid di Desa Bolo, Rabu (14/4/2021).

“Kendaraan berat kami seperti loader, truk tonase besar maupun excavator tidak bisa melewati jembatan Woro karena separuh badan jembatan hancur”, imbuhnya.

Ia mengatakan, bahwa pihaknya terus akan menyelesaikan tiga jembatan ini sesuai target waktu yang ditentukan.

“Harapan kami, ketiga jembatan ini dapat diselesaikan tepat waktu agar masyarakat dapat kembali beraktivitas melalui akses jembatan penghubung antar desa ini”, tuturnya.

Selain menggunakan peralatan Zeni TNI AD, terdapat hal unik pada pengerjaan perbaikan jembatan Woro ini. Partisipasi warga pemilik gerobak kuda juga membantu dalam proses pengangkutan batu-batu dari sungai untuk penimbunan badan jembatan.

“Kuda-kuda tersebut diberdayakan untuk mengangkut material dari sungai, karena keterbatasan bila menggunakan alat berat”, ujar Letda Czi Edy Purnomo yang memimpin pengerjaan Jembatan Woro.

Selain fokus pada penyelesaian pembangunan dan perbaikan jembatan, juga dilakukan pendistribusian air bersih siap konsumsi ke beberapa desa yang membutuhkan.

Wartawati : Yulianti
Editor: Denny Arya

Bencana alam, Nasional, Umum

Pakai Teknologi Reverse Osmosis,TNI AD Distribusikan Air Siap Konsumsi Bagi Korban Bencana Bima

Foto : Zeni TNI AD Yonzikon 13/Karya Etmaka (EK) mendistribusikan air bersih dan siap minum

Jakarta, tintahitam.news – Selain fokus pada pembangunan jembatan penghubung dua desa yaitu Desa Rade dan Desa Bolo yang putus diterjang banjir Bandang, personel Zeni TNI AD dari Yonzikon 13/Karya Etmaka (EK) juga mendistribusikan air bersih bagi warga terdampak bencana di Desa Rade, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Pendistribusian air bersih ini bekerja sama dengan BPBD Kabupaten Bima dengan dibantu para Bhabinsa Koramil 1608-02/Bolo.

Dipimpin Perwira Zeni Angkatan Darat (Pa Ziad) Letda Czi Syarifudin, air bersih yang didistribusikan kepada warga merupakan air siap konsumsi (siap minum) menggunakan alat penjernih air RO (Reverse Osmosis Industrial).

“Air bersih yang kami distribusikan kepada warga merupakan air bersih yang siap untuk dikonsumsi, bahkan bisa langsung dikonsumsi tanpa harus dimasak terlebih dahulu”, jelasnya di lokasi Desa Bolo, Senin (12/4/2021).

Lebih lanjut dijelaskan, proses penyulingan air bersih ini langsung dilakukan di lokasi pendistribusian menggunakan peralatan yang kami miliki. Jadi dimana pun dibutuhkan dan ada sumber airnya, baik itu dari sungai, tidak ada masalah. Karena air suling yang dihasilkan telah memenuhi standar sterilisasi untuk dikonsumsi”, imbuhnya.

Dirinya menyampaikan, di wilayah manapun yang membutuhkan pasokan air bersih, pihaknya siap mendukung pendistribusian air siap konsumsi tersebut.

“Bila ada permintaan dari warga terkait kebutuhan air bersih, kami siap mendukung. Karena air bersih merupakan kebutuhan mendasar bagi berbagai keperluan warga”, imbuhnya.

Untuk diketahui, kebutuhan air bersih siap konsumsi juga untuk kebutuhan Satgas Penanggulangan Bencana dari TNI AD yang sedang mengerjakan pembangunan jembatan Acrow Panel yang menghubungkan Desa Bolo dan Desa Rade.

Sampai dengan hari kelima pengerjaan jembatan penghubung kedua desa tersebut telah mencapai progress 30 persen yang dilakukan pagi, siang hingga malam hari.

Estimasi penyelesaian pembangunan jembatan Acrow Panel ini selama dua minggu. Selain jembatan penghubung Desa Bolo-Desa Rade, Satgas Zeni TNI AD juga mengerjakan perbaikan jembatan di Desa Woro dan Desa Campa, Kecamatan Madapangga.

Walaupun dalam kondisi menjalankan ibadah puasa, para personel Zeni TNI AD tetap semangat dalam mengerjakan pembangunan tiga jembatan di Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima agar masyarakat dapat segera beraktivitas normal kembali.

Wartawati: Yulianti
Editor: Denny Arya