sinergitas, TNI-POLRI, Umum

Dansat Brimob Poldasu Buka Latihan KLBM Bagi Personil Bintara Dan Tamtama Remaja Tahun 2022

tintahitam.news, Medan – Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Sumut Kombes Pol Christiyanto Goetomo, S.I.K., S.H., M.H., pimpin upacara pembukaan latihan ketangkasan dan lapangan Brigade Mobile bagi personil Bintara / Tamtama Remaja Sat Brimob Polda Sumut Tahun 2022, Senin (22/8/22).

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Wadansat Brimob Polda Sumut, Kabag Ops Sat Brimob Polda Sumut, Kasubbag Renmin Sat Brimob Polda Sumut, Para Kasi Sat Brimob Polda Sumut, Danden Gegana Sat Brimob Polda Sumut, Kasubden Wanteror Detasemen Gegana dan Perwira Jajaran Sat Brimob Polda Sumut.

Dalam arahannya, Dansat Brimob Polda Sumut mengatakan kepada seluruh personil yang mengikuti pelatihan ini khususnya materi teknik dasar perorangan.

“Pelatihan ini merupakan dasar dari tugas operasi di medan sebenarnya, maka dari itu ini harus benar benar diperhatikan materi yang disampaikan oleh para instruktur”, ujarnya.

Pelatihan ini dilaksanakan selama 6 hari di Makosat Brimob Sei Wampu dan puncak kegiatan akan dilakukan manuver yang berlokasi di SPN Sampali.

“Kepada para instruktur dan personil laksanakan pelatihan ini dengan sebaik-baiknya guna meningkatkan,mempertajam dan mengasah kemampuan sehingga kita semua lebih profesional dalam bertugas”, tambah Dansat Brimob Polda Sumut.

“Semoga Allah SWT senantiasa memberikan bimbingan serta perlindungan kepada kita semua dalam mengemban tugas mengabdikan diri kepada bangsa dan negara. Sikap dan tindakan Brimob harus dan hanya berorientasi pada kepentingan bangsa dan negara”, tutupnya.

Yulianti/Red

Umum

Pemeriksaan Kesehatan Dalam Rangka Rekrutmen Polri Pada Masa Pandemi

tintahitam.news, Jakarta – Rekrutmen calon anggota Polri adalah kegiatan yang rutin dilakukan dalam rangka pemenuhan kebutuhan penguatan organisasi Kepolisian. Rekrutmen yang dilaksanakan meliputi rekrutmen Akpol, Bintara dan Tamtama Polri.

Semua tahapan seleksi dilakukan secara terbuka dimana peserta bisa melihat sendiri hasil seleksinya, mengacu pada prinsip dasar penerimaan anggota Polri yaitu “BETAH” yang merupakan kepanjangan dari Bersih, Transparan, Akuntabel dan Humanis.

Seleksi ini dilaksanakan di tingkat Polda dan tingkat Pusat. Setiap panitia baik tingkat Polda maupun Pusat, dalam hal ini Mabes Polri, sesuai perintah Kapolri, harus membentuk tim Pengawas Internal yang terdiri dari Diknas, Disdukcapil, IDI, HIMPSI, Akademisi, Tokoh Masyarakat, LSM serta Media Massa untuk mengawasi/menyaksikan pelaksanaan tiap tahapan seleksi.

Pada saat wabah Covid-19 merebak pada awal tahun 2020, tingginya tingkat penularan dan jumlah masyarakat yang terinfeksi, pimpinan Polri memutuskan memundurkan jadwal penerimaan anggota Polri. Pelaksanaan rangkaian seleksi yang biasanya dilakukan dari awal tahun, mundur sampai di akhir tahun.

Salah satu bagian yang harus dilalui oleh para calon anggota Polri pada saat melakukan rangkaian pelaksanaan seleksi rekrutmen adalah pemeriksaan kesehatan, yang biasa disingkat Rikkes.

Pemeriksaan kesehatan tingkat Polda (Panda) dibagi menjadi 2 tahapan seleksi. Tahap Pertama meliputi pemeriksaan fisik dan tahap kedua pemeriksaan Laboratorium, EKG, Rontgent dan pemeriksaan jiwa.

Di tingkat Panda, merupakan suatu tantangan dimasa pandemi ini, animo masyarakat yang mendaftar mencapai ratusan hingga ribuan orang.

Karena Pemeriksaan Kesehatan seleksi tidak dapat dilakukan secara virtual melainkan secara visual dengan cara melihat, mendengarkan dan meraba secara langsung. oleh karena itu, Pusdokkes Polri sebagai Satker Kesehatan di Polri membuat arahan dalam bentuk Surat Telegram dengan nomor ST/1841/VI/DIK.2.1./2020 untuk Akpol dan Tamtama, Surat Telegram nomor ST/2452/VIII/DIK.2.1./2020 untuk Bintara dan Surat Telegram Kapolri nomor ST/1063/IV/2020 tentang Antisipasi pencegahan penyebaran wabah covid-19 sebagai pedoman tata laksana pemeriksaan kesehatan rekrutmen pada masa pandemi ini.

Prokes ketat ditekankan bagi para nakes pemeriksa dan calon pendaftar. Dihimbau agar pelaksanaan pemeriksaan kesehatan di lakukan di ruang terbuka. Pemakaian APD bagi para pemeriksa dan membatasi jumlah calon peserta yang diperiksa, agar tidak terjadi kerumunan dan terbentuk cluster baru.

Beberapa Panda melakukan rikkes di aula, dengan pertimbangan humanis. Karena salah satu item rikkes adalah pemeriksaan fisik yang mengharuskan calon peserta membuka bajunya.

Jumlah yang di periksa pun di batasi, dari yang mencapai 1000 orang perhari, dalam masa pandemi ini dibatasi menjadi 200 orang perhari.

Calon peserta wajib melakukan pemeriksaan rapid antibody (tahun 2021 dilaksanakan swab antigen) sebelum pelaksanaan rikkes. Tempat cuci tangan dan hand sanitizer selalu di siapkan di tempat pemeriksaan. Suhu calon peserta lebih dari 39.5 derajat Celsius tidak dapat mengikuti seleksi.

Suhu calon peserta lebih dari 37.5 derajat celcius dilakukan pemeriksaan rapid antibody ulang dengan merk berbeda. Tiga kali pengulangan dengan hasil reaktif, peserta tidak dapat mengikuti seleksi.

Setelah melakukan protokol Kesehatan, calon peserta di koding secara perorangan, kemudian calon peserta masuk ke ruang ganti pakaian untuk selanjutnya mendapatkan pengarahan dan pengisian Informed Concern.

Pelaksanaan rikkes dilakukan secara perorangan di ruang tertutup, satu calon peserta diperiksa oleh satu petugas rikkes menggunakan sistem ban berjalan. Hasil rikkes dilakukan secara One Day Result, sehingga calon peserta langsung dapat melihat hasilnya.

Calon peserta wajib melakukan rapid antigen atau swab antigen untuk setiap tahapan pemeriksaan. Rikkes tahap kedua dilakukan bagi calon peserta yang lulus di tahapan seleksi berikutnya.

Diharapkan bila pemeriksaan kesehatan rektutmen dilaksanakan sesuai dengan arahan, dapat menghindari terjadinya cluster-cluster baru Covid-19, sehingga tetap di dapat calon-calon anggota Polri yang berkualitas, memiliki integritas tinggi dalam pekerjaan serta sehat samapta. (Yulianti)

Umum

Pelatihan Usai, 193 Personil Brimob Baru Siap Ditugaskan

tintahitam.news, Sulteng – Kegiatan Latihan dan Pembinaan Bintara Remaja Satbrimobda Sulteng Tahun 2021 resmi ditutup. Upacara Penutupan Latihan dan Pembinaan Bintara Remaja Satbrimobda Sulteng Tahun 2021 tersebut digelar di Mako Batalyon A Pelopor, Rabu (04/08/2021).

Sejumlah 193 personil Bintara remaja sebagai peserta latihan mengikuti Upacara yang dipimpin langsung Dansat Brimob Polda Sulteng Kombes Pol Joko Sulistio, S.I.K, M.H. selaku Inspektur Upacara.

Dalam amanatnya, Dansat Brimob menyampaikan bahwa pelatihan yang digelar dengan menerapkan protokol kesehatan tersebut bertujuan untuk memelihara kapabilitas dan kapasitas personil dalam menghadapi segala bentuk tantangan tugas.

“Terutama dalam menanamkan konsep Polri yang Presisi pada para Bintara Remaja serta tindak lanjut pembentukan postur Brimob yang ideal sesuai konsep korps Brimob Polri”, Terang Dansat.

“Negara hadir, negara tidak boleh kalah”,Tegasnya.

Selama kurun waktu satu bulan masa pelatihan, para Bintara Brimob baru tersebut digembleng dengan kemampuan khas Brimob, dengan harapan akan memiliki mental dan fisik yang tangguh serta disiplin, sekaligus humanis guna menjaga nama besar dan mengemban misi mulia sebagai anggota Bhayangkara.

Sebagai simbol kebanggaan terhadap kesatuan dan ucapan syukur, para Bintara remaja sempat menampilkan kemampuan yel-yel yang mendapat sambutan riuh dari Dansat Brimob beserta jajarannya. (Yulianti)