Nasional, Umum

Memperingati Hari Kebangkitan Nasional, Kementrian Agama Gandeng Paduan Suara Merah Putih (PSMP)

Foto : Paduan Suara Merah Putih (PSMP) dalam acara Festival dan Pameran Kerukunan di Aston Hotel Jakarta Barat

tintahitam.news, Jakarta – Moderasi beragama merupakan awal mula terciptanya toleransi dan kerukunan antar sesama. Maka dari itu, dengan cara inilah masing-masing umat beragama dapat memperlakukan orang lain secara terhormat, dapat menerima perbedaan, serta dapat hidup yang damai dan harmonis tanpa memandang perbedaan.

Salah satu prinsip dasar dari moderasi itu sendiri adalah adil dan seimbang. Misalnya, keseimbangan antara kepentingan individual dengan dan kemaslahatan komunal. Islam mengajarkan umatnya tentang moderasi tapi juga agama lain mengajarkan tentang moderasi.

Arti kata luas dari moderasi agama ini adalah mendorong kesadaran untuk saling menghargai perbedaan. Moderasi beragama harus di pahami sebagai sikap beragama yang seimbang antara sikap pengamalan agama sendiri dengan sikap menghormati kepada seseorang yang memiliki keyakinan yang berbeda.

Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional, Kementrian Agama menggandeng Paduan Suara Merah Putih (PSMP) untuk berkolaborasi dengan tema “Moderasi Beragama Dan Semangat Kebangkitan Nasional Bersama Seniman Dan Budayawan”, yang diselenggarakan di Aston Hotel Jakarta Barat, Senin (24/05/2021).

Selain menggandeng Paduan Suara Merah Putih (PSMP) yang di ketuai oleh Pdt. Delly Rasubala. S.th., Kemenag juga menggandeng pemuka agama serta sejumlah artis ibukota di antaranya Ayu Azhari, Marsyel Ririhena, Joshua Damanik, Inez Balladiva, Deddy Lisan, Kirey, Octa Queenzella, Biggest Wulur dan Dinda Fitri.

“Kerukunan umat beragama sangat penting perannya untuk seniman dan budayawan”, Ucap Dr.H,.Nifasri,Mpd dalam acara talk show di sela-sela kegiatan Hari Kebangkitan Nasional yang diselenggarakan di Hotel Aston Jakarta barat.

Wartawati : Yulianti
Editor : Denny Arya