Umum

Jalin Sinergitas Lebih Baik, Dispenad Selenggarakan Kegiatan Komunikasi Sosial Kreatif Bersama Awak Media

Foto : Kadispenad Brigjen TNI Tatang Subarna saat beri sambutan

tintahitam.news, Jakarta – TNI AD melalui Dinas Penerangan Angkatan Darat (Dispenad) menyelanggarakan kegiatan komunikasi sosial (Komsos) kreatif bersama awak media di Buperta, Cibubur, Jakarta Timur, Kamis (17/06/2021).

Dalam kegiatan ini awak media sebelum melaksanakan kegiatan komsos kreatif diwajibkan melakukan swab antigen dan menerapkan protokol kesehatan.

Kegiatan yang dilaksanakan mulai pukul 06.30 diawali dengan senam dan dilanjutkan dengan jalan santai bersama Kadispenad Brigjen TNI Tatang Subarna.

“Saya banyak belajar dari bapak Kasad, tidak ada yang boleh melarang wartawan meliput. Untuk menyusun kegiatan ini melibatkan rekan-rekan wartawan dalam perencanaan dan Alhamdulillah terlaksana kegiatan hari ini”, ujar Kadispenad dalam sambutannya.

Lebih lanjut Tatang menjelaskan, TNI Angkatan Darat merasa peduli terhadap media.

“Kami TNI AD salah satunya bangga terhadap wartawan yang dianggap baik yang dinilai baik di tiap-tiap media. Kami bangga atas keikutsertaan rekan-rekan media dalam kegiatan ini saya merasa terharu dan bangga, situasi yang kita butuhkan olahraga, senyum dan gembira itu merupakan imun yang tidak ada harganya (mahal sekali)”, jelasnya.

Kadispenad berharap kedepan sinergi TNI AD bersama media terus terjalin dengan baik.

“Saya berharap antara TNI AD dan wartawan bisa saling bersinergi dan menunjang,” pungkasnya.

Kegiatan komsos kreatif diisi dengan penyerahan penghargaan untuk media dan wartawan terbaik yang diserahkan langsung Kadispenad Brigjen TNI Tatang Subarna. Sebelum pelaksanaan dilokasi sudah dilakukan penyemprotan disinfektan.

Wartawati : Yulianti
Editor : Denny Arya

Nasional

Dispenad Gelar Press Tour, Para Awak Media Dapat Kesempatan Berkeliling Dengan Tank M113 Dan Panser Anoa 2

Cimahi, tintahitam.news – Dinas Penerangan Mabes TNI Angkatan Darat (Dispenad) menggelar acara Press Tour. Press Tour mengajak serta para awak media cetak, online maupun elektronik ke Pusdikpal Kodiklatad.

Pusat pendidikan itu brada di Cimahi, Jawa Barat. Sesampainya disana, para awak media disambut meria dan mendapat kesempatan makan siang bersama siswa-siswi. Danpusdikpal Kolonel Cpl Taufan Tjandra Kusuma sambut rombongan wartawan.

Tak hanya itu saja, para awak media menyaksikan demo bongkar pasang meriam buatan Yugoslavia. Siswa dan siswi Pusdikpal Kodiklatad juga memperagakan cara mereparasi Tank M113.

Para awak media menyaksikan demo bongkar pasang meriam buatan Yugoslavia. Siswa dan siswi Pusdikpal Kodiklatad juga memperagakan cara mereparasi Tank M113.

Tak hanya melihat para siswa siswi beraksi, awak media juga mendapat kesempatan berkeliling dengan Tank M113 dan Panser Anoa 2.

“Di Pusat Pendidikan Peralatan (Pusdikpal) Kodiklat Angkatan Darat, pusat Angkatan Darat adalah mendidik putra dan putri prajurit TNI Angkatan Darat kecabangan peralatan. Di mana mereka semua kami didik sebagai prajurit -prajurit yang akan melaksanakan pemeliharaan, melaksanakan pembekalan materil Alutsista TNI Angkatan Darat ini”, kata Danpusdikpal Kolonel Cpl Taufan Tjandra Kusuma, Kamis (25/3/2021).

Taufan menambahkan, mereka dilatih untuk menjadi seorang profesional dan ahli untuk merawat serta memelihara Alutsista TNI Angkatan Darat.

“Tadi para rekan-rekan wartawan semua telah mencoba setelah bersama-sama mungkin naik kendaraan tempur, telah bersama-sama melihat aktivitas dari prajurit-prajurit Angkatan Darat kita”, tuturnya.

“Disini kami melakukan transfer ilmu pengetahuan melalui negara pembuat alutsista. Kami melakukan penataran, dan pembelajaran lalu kita berikan ke para siswa. Jadi semua alutsista yang dimiliki TNI AD dipelajari dan pengetahuannya diberikan ke siswa hingga mereka menjadi profesional”, ungkapnya.

Meski demikian, ia jujur mengatakan Pusdikpal masih ada kekurangan terutama masih minimnya peralatan yang mengadopsi teknologi modern. Namun, ia yakin kekurangan itu bisa diatasi dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan diskusi dengan negara-negara pembuat alutsista modern seperti Jerman, Perancis, Belgia dan produsen lainnya.

Ia juga mengakui masih kurangnya jumlah prajurit yang handal dibidang mekanik alutsista saat ini. Karena itu, setiap tahun sekitar seribu prajurit dididik di Pusdikpal guna mempersiapkan prajurit profesional dibidang permesinan alutsista Angkatan Darat.

Lingkungan Pusdikpal memang sesuai sebagai tempat mencetak prajurit yang handal di perawatan dan pemeliharaan alutsista. Saat berkeliling kampus Pusdikpal, banyak bangunan bersejarah peninggalan masa kolonial dan hawanya pun sejuk serta hening sangat cocok untuk tempat pendidikan.

Ada keinginan Danpusdikpal Kodiklatad menjadikan kampusnya sebagai lokasi military herittage atau lokasi sejarah militer. Ia pun mendukung pemda Cimahi yang fokus dengan wisata sejarah. Memang banyak lokasi bersejarah di kota tersebut salah satunya adalah Pusdikpal.

Disisi lain, seorang anggota TNI AD bernama Serda Maria Jacoba Samuel menyita perhatian para peserta Press Tour di Pusdikpal Kodiklatad, Cimahi, Jawa Barat.

Betapa tidak, wanita berambut pirang itu nampak memberikan perintah kepada siswa-siswi yang tengah membongkar Meriam 76 mm Gunung.

Komando dari Maria diikuti oleh para siswa yang langsung memutilasi delapan bagian besar meriam buatan Yugoslavia itu.

Bungsu dari tiga bersaudara anak Kolonel (Mar) Purn (Alm) Christian Samuel dan PNS TNI AL Cherley Pattinama itu menjelaskan proses kecintaannya pada persenjataan.

Sang ayah, saat itu berdinas di Kodam Trikora (sekarang Kodam XVII Cenderawasih) nampak gagah ketika membawa senjata.

“Jadi melihat orang tua dengan senjata sebagai seorang penembak saya mulai sangat tertarik dengan senjata”, kata Maria di Pusdikpal Kodiklatad Cimahi Jawa Barat, Jumat (26/3/2021).

Maria yang sehari-hari kerap ditugaskan sebagai guru militer (gumil) itu mengaku sudah mendalami meriam itu kurang lebih selama empat tahun sejak ia berdinas di Pusdikpal Kodiklatad Cimahi pada 2016 lalu.

Perempuan kelahiran Jayapura 9 Januari 1996 itu juga mampu menjinakan meriam asal Yugoslavia tersebut.

“Jarak tembaknya cukup jauh. Kalau 76 gunung ini jarak tembaknya kurang lebih kalau menggunakan empat butir munisi itu dengan elevasi 45 derajat itu kurang lebih bisa mencapai jarak kurang lebih 8.750 meter,” kata Maria.

Meski masih terus mendalami meriam 76 mm Gunung milik Satuan Artileri Medan, saat ini ia mengaku ingin mendalami meriam lainnya yakni meriam 23 mm Zur.

Meriam tersebut, kata Maria, milik Satuan Artlieri Pertahanan Udara. “Kalau untuk senjata berat sendiri saya agak tertarik kepada meriam Zur. Itu meriam milik Artileri Pertahanan Udara,” kata Maria.

Di tempat itu, Maria dipercaya sebagai guru militer bidang senjata di Pusdikpal. Awalnya perempuan yang sejak lahir hingga sebelum masuk TNI AD itu harus rajin bolak-balik untuk belajar di Departemen Senjata Pusdikpal Kodiklatad.

Setelah dianggap menguasai senjata tertentu, ia kemudian harus menyiapkan paket instruksi dan materi lain untuk mengajar. “Setelah dirasa cukup mantap kita dilanjutkan untuk menjadi seorang guru militer,” kata Maria.

Maria juga berharap, mereka yang hendak masuk tentara Angkatan Darat banyak yang tertarik dan antusias untuk masuk satuan kecabangan peralatan yang kini digelutinya.

Hal itu karena menurutnya satuan Angkatan Darat itu baik untuk kendaraan, senjata, munisi berpatokan pada Pusdikpal.

Wartawati : Yulianti
Editor : Denny Arya