Umum

Diduga Bukan 100% Asli Orang Rawajati, Acara Festival Kampoeng Rawajati Dikeluhkan Warga Asli Rawajati

tintahitam.news, JakartaMasyarakat pasti ingat yang namanya Pasar Stekpi Kalibata, bermacam-macam barang dijajakan, mulai dari pakaian, mainan anak-anak, sepatu, tas, tanaman hias, jajan pasar, peralatan rumah tangga, sprei, parfum, buku dan majalah bekas, pigura, dll.

Pasar Stekpi Kalibata istilah untuk menjelaskan pasar yang musiman, tidak punya tempat menetap. Ada juga istilah pasar malam, pasar tumpah atau pasar kaget. Biasanya pasar ini mengambil waktu tertentu seperti di bulan puasa, hari tertentu/hari libur atau tanggal merah. Pasar Stekpi di Kalibata buka tiap hari minggu.

Namun kini, mulai dari Jum’at (02/09) sampai Minggu (04/09) di pakai untuk acara Festival Kampoeng Rawajati yang tempat lokasinya persis samping Rumah Dinas DPR RI Kalibata dikeluhkan oleh Pemuda Rawajati Barat. Pasalnya, acara Festival Kampoeng Rawajati tersebut diduga bukan 100% asli orang Rawajati.

Tile (32) selaku pemuda dari warga asli Rawajati Barat yang mewakili para sesepu Orang Tua warga asli Rawajati mengatakan, “itu kalo benar acara khusus Kampung Rawajati seharusnya rangkul dari warga Rawajati Barat, disini juga masih banyak orang tua yang benar asli warga Rawajati dan pemuda nya juga masih banyak yang nganggur. Ini sama aja hanya memanfaatkan nama Rawajati untuk kepentingan pribadi”, ujarnya.

Ia menambahkan, “acara itu pakai jalanan juga milik rakyat. Dulu dijaman Gubernur Pak Ahok resmi ditutup kok jalan itu dilarang untuk buat jualan”, ujarnya.

Disisi lainnya Taufik (36) mengatakan, “gak adil ini, bawa nama kampung Rawajati tapi warga kampung Rawajati Barat aja gak di rangkul. Warga Rawajati mana dulu itu, Rawajati luas Bro”, ujarnya.

Yulianti/Red

bulan ramadhan, Religi, TNI-POLRI, Umum

Brimob Dan TNI Adakan Acara Festival Seni Islam Se-Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Pali

tintahitam.news, Pali – Dalam rangka menyemarakkan bulan Ramadhan 1443 Hijriah, Brimob dan TNI adakan acara festival Seni Islam bersama sejumlah tokoh masyarakat kabupaten PALI ditingkat kecamatan Talang Ubi.

Festival Seni Islam yang diadakan ini dengan tema menyemarakkan Bulan Suci Ramadhan 1433H/2022M khususnya di wilayah kecamatan Talang Ubi Kab. Pali.

Beberapa perlombaan seperti lomba adzan dan hafalan surat pendek untuk tingkat anak-anak diadakan pada acara festival kali ini.

Tidak hanya itu beberapa lomba juga diadakan dalam festival Seni Islam ini diantaranya lomba kultum dan marawis untuk tingkat remaja serta lomba Rebana untuk ibu-ibu.

Danyon D Pelopor Kompol Maerun menyampaikan bahwa Festival Seni Islam yang diadakan di Lapangan Koramil 404-03 Talang Ubi ini sebelumnya telah dibuka pendaftaran dimulai tanggal 9 April sampai dengan tanggal 22 April 2022 secara gratis.

Ditambahkan Danramil 404-03/ Talang Ubi, Kapten ARM Broto Santoso menerangkan bahwa kegiatan Festival Seni Islam ini akan digelar pada tanggal 23-24 April 2022 yang disiapkan hadiah-hadiah menarik tentunya.

Ia menerangkan tujuan diadakan kegiatan tersebut untuk menumbuhkan kembali nuansa islami di bulan suci Ramadhan yang diketahui bersama selama wabah pandemi covid-19 sudah tidak pernah digelar kegiatan seperti itu.

“Dalam pelaksanaan Festival Seni Islam diingatkan kepada para peserta untuk tetap mematuhi protokol kesehatan selama berlangsungnya kegiatan dan juga berharap kegiatan tersebut dapat berjalan lancar dan bisa menghasilkan generasi muda yang Islami serta bisa membawa keberkahan dan ridho Allah Subhanahu wata’ala untuk kabupaten PALI”, tutup Danyon D Kompol Maerun.

Yulianti/Red