Umum

Ingin Seluruh Kegiatan Fokus Di Batujajar, Brigjen TNI Terry Berangan Pindahkan Kantor Dislitbangad

tintahitam.news, Bandung Barat – Kepala Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI Angkatan Darat (Kadislitbangad), Brigjen TNI Terry Tresna Purnama mempunyai angan-angan untuk memindahkan Kantor Dislitbangad yang berada di Matraman, Jakarta Timur ke Batujajar, Bandung Barat.

Kadislitbangad ingin nantinya seluruh kegiatan penelitian dan pengembangan fokus di Batujajar, Bandung Barat.

“Saya berangan Kantor Dislitbang pindah ke Batujajar. Kita besarkan Dislitbang di sini”, ujar Kadislitbangad dalam acara Presstour Dispenad ke Batujajar, Bandung Barat, Selasa (25/5/2022).

Brigjen TNI Terry Tresna Purnama mengatakan bahwa Lab, workshop dan fasilitas semuanya lengkap di Batujajar. Di sisi lain, cikal bakal penelitian dan pengembangan TNI AD juga sudah ada di Batujajar sejak tahun 1950.

Brigjen TNI Terry menambahkan, perlu ada renovasi untuk meningkatkan kegiatan litbang. Menurutnya, laboratorium harus lebih adaptif agar bisa berkedudukan bagus.

“Upaya saya ke depan, harapan kita bagaimana litbang ke depan dapat diprioritaskan salah satunya dari segi sarana dan prasarana”, jelasnya.

Brigjen TNI Terry mengatakan, selama satu tahun tiga bulan menjabat sebagai Kadislitbangad banyak kegiatan litbang alutsista di Batujajar, Bandung Barat. Dia sangat berharap Dislitbangad ke depannya semakin baik mendukung satuan TNI AD.

“Tugas litbang sangat berat. TNI AD kalau mau maju, tergantung litbangnya. Jadi harus bagus”, ucapnya.

Sementara itu, Direktur Teknologi dan Pengembangan Perindustrian TNI Angkatan Darat (Pindad) Sigit P. Santosa, mengatakan, pihaknya siap memperluas kerja sama dengan Dislitbangad. Banyak produk litbang bisa dikembangkan di fasilitas Dislitbangad. “Kami lihat fasilitas-fasilitas uji dan pengembangan sangat luar biasa. Sayang jika hanya terbatas. Kami siap kerja sama memanfaatkan fasilitas”, katanya.

Kepala Laboratorium Dislitbangad Kolonel Arh Saptarendra P juga mengatakan, kerja litbang sangat berisiko tinggi. Tim harus menggunakan alat-alat yang masih prototype untuk mendapatkan hasil penelitian empiris. “Itu nanti akan jadi keputusan pimpinan. Hal itu yang membuat litbang ini elit dan membanggakan”, ungkapnya.

Denny Arya