Nasional, Umum

Mulai Beroperasi, Instalasi Rumah Sakit Lapangan Modern RSPAD Langsung Terima Pasien Covid-19

Foto : Jenderal TNI Andika Perkasa saat lakukan pengecekan akhir kesiapan operasional Rumkitlap RSPAD

tintahitam.news, Jakarta – Instalasi Rumah Sakit Lapangan (Rumkitlap) Modern Yonkes Divif 1/1 Kostrad – RSPAD Gatot Soebroto yang digelar di lapangan parkir RSPAD, pada Senin (12/7/2021) mulai beroperasi.

Tepat pukul 08.00 Wib Rumkitlap ini langsung mulai menerima pasien Covid-19 dengan kategori gejala ringan hingga sedang.

Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa sehari sebelumnya melakukan pengecekan akhir kesiapan operasional Rumkitlap ini. Semua Badan Pelaksana Pusat (Balakpus) yang terlibat dalam pembangunan Rumkitlap seperti Kostrad, RSPAD, Pusziad, Pusbekang dan Pushubad, melaporkan kesiapannya masing-masing.

Dari hasil pengecekan tersebut, Kasad memutuskan Rumkitlap siap operasional dan memerintahkan untuk mulai memberikan layanan kesehatan per-Senin ini untuk memfasilitasi lonjakan pasien Covid-19 yang datang ke RSPAD.

Foto : Rumkitlap RSPAD Gatot Soebroto

Dengan mulai beroperasinya Rumkitlap ini, diharapkan RSPAD dapat semakin maksimal melayani masyarakat, terutama pasien Covid-19.

Untuk melaksanakan perintah tersebut, Karumkit RSPAD Letjen TNI dr. Bambang Dwi Hasto, Sp.B, Fina.CS, M.Si secara resmi mengoperasionalkan Rumkitlap tepat setelah menggelar apel kesiapan yang dihadiri seluruh tenaga kesehatan dan pendukung yang bertugas di Rumkitlap.

Untuk diketahui, meskipun bukan bangunan permanen, namun Rumkitlap Modern ini dilengkapi dengan fasilitas rumah sakit yang mumpuni. Total ada 25 tenda yang terdiri dari ruang dekontaminasi, ruang operasi, ICU, ruang perawatan pria dan wanita, ruang radio, laboratorium, farmasi, IGD, serta posko komando. Rumkitlap modern tersebut juga dilengkapi dengan AC, toilet, bahkan jaringan internet.

Wartawati : Yulianti
Editor : Denny Arya

Nasional, Umum

Instalasi Tahanan Di Renovasi, Kasad Resmikan Instalasi Tahanan Militer Baru

Foto : Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa saat penandatanganan di prasasti

tintahitam.news, Jakarta – POMDAM Jaya/Jayakarta mengadakan acara peresmian instalasi tahanan militer baru di markas POMDAM Jaya di Jalan Sultan Agung No.33, Jakarta Selatan. Peresmian acara ini dilakukan untuk memberikan informasi mengenai instalasi yang sudah di renovasi beberapa fasilitasnya, Selasa (20/04/2021).

Acara pertama dimulai dengan atraksi anjing pelacak dari POMDAM Jaya Jayakarta. Beberapa anjing yang dilatih memperagakan keahlian dari anjing pelacak yang dilatih dalam menjalankan tugas di lapangan dari POMDAM Jaya/Jayakarta.

Setelah atraksi tersebut, kemudian dilanjutkan dengan pemutaran film mengenai profile dari POMDAM Jaya Jayakarta. Dalam film singkat tersebut, menceritakan instalasi dan perbaikan gedung dan instalasi tahanan POMDAM Jaya dari awal berdiri hingga telah direnovasi.

Kemudian, acara dilanjutkan dengan pembacaan doa dari pihak POMDAM Jaya. Setelah itu, Kasad Jenderal Andika Perkasa meresmikan instalasi tahanan militer dengan penandatangan di prastasi.

Foto : POMDAM Jaya bersama anjing pelacak

Dalam acara konferensi pers, Kasad Jenderal Andika mengatakan bahwa renovasi instalasi tahanan militer POMDAM Jaya sudah mendirikan beberapa fasilitas lebih memadai dan nyaman. Tentunya untuk pembangunan tersebut, diperlukan dana yang cukup besar. “Anggaran untuk pembangunan instalasi sebesar 100 Milyar Rupiah dari anggaran tahun sebelumnya. Setelah di Jakarta, rencananya akan ada penambahan lagi untuk pembangunan instalasi tahanan berikutnya”, ujar Jenderal Andika.

Setelah memberikan keterangan dalam konfrensi pers, Kasad bersama jajaran petinggi POMDAM melihat fasilitas dari instalasi tahanan militer POMDAM Jaya. Diharapkan instalasi tahanan militer POMDAM Jaya yang baru ini bisa menjadi fasilitas tahanan yang lebih baik dan sesuai dengan standar yang ada.

Wartawati : Yulianti
Editor : Denny Arya

Nasional, Umum

Bersama Menkes Dan Kepala BPOM, Kasad Jenderal TNI Tandatangani Nota Kesepahaman

Foto : Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa saat sedang menandatangani Nota Kesepahaman

tintahitam.news, Jakarta – Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa dan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K. Lukito menandatangani Nota Kesepahaman “Penelitian Berbasis Pelayanan Menggunakan Sel Dendritik Untuk Meningkatkan Imunitas Terhadap Virus SARS-CoV-2”, Senin pagi tadi (19/4/2021) di Markas Besar TNI AD, Jakarta.

Penandatanganan tersebut disaksikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI Muhajir Effendy.

Penelitian yang akan dilakukan di RSPAD Gatot Soebroto ini selain mempedomani kaidah penelitian sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan, juga bersifat autologus yang hanya dipergunakan untuk diri pasien sendiri sehingga tidak dapat dikomersialkan dan tidak diperlukan persetujuan izin edar.

Penelitian ini bukan merupakan kelanjutan dari “uji klinis adaptif fase 1 vaksin yang berasal dari sel dendritik autolog yang sebelumnya diinkubasi dengan spike protein severe acute respiratory syndrome Corona Virus-2 (SARS-CoV-2) pada subjek yang tidak terinfeksi Covid-19 dan tidak terdapat antibodi anti SARS-CoV-2”, karena uji klinis fase 1 yang sering disebut berbagai kalangan sebagai program vaksin nusantara ini masih harus merespon beberapa temuan dari BPOM yang bersifat Critical & Major.

Wartawati : Yulianti
Editor: Denny Arya

Nasional

Gugatan Di Kabulkan Pengadilan!! Identitas Serda Aprilia Manganang Resmi Berubah

Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa (kiri), Serda Manganang (tengah) dan Ibu Kasad Hetty Andika Perkasa (kanan)

Jakarta, tintahitam.news – Sersan Dua (Serda) TNI Aprilia Manganang yang merupakan atlet bola voli putri Indonesia yang saat ini menjadi anggota Korps Wanita TNI Angkatan Darat (Kowad) dan memiliki badan kekar seperti pria ternyata memiliki kelainan yang sangat jarang terjadi.

Resmi direkrut oleh TNI Angkatan Darat pada tahun 2016, Aprilia manganang masuk dalam Korps Wanita TNI Angkatan Darat dengan pangkat Sersan Dua (Serda) TNI. Namun, pada awal Februari 2021 lalu setelah dilakukan tes gen  di rumah sakit, Aprilia justru memiliki gen dominan pria.

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa, mendapatkan informasi dari komandan satuan tempat Aprilia bertugas. Lalu, menganjurkan agar  dilakukan pengecekan urologi di Rumah Sakit TNI Angkatan Darat Robert Wolter Monginsidi.

“Dari hasil pemeriksaan dokter serta dilihat dari pemeriksaan urologi ternyata Sersan Aprilia lebih memiliki organ-organ jenis kelamin laki-laki, bahkan tidak ada organ internal jenis kelamin wanita”, ujar Andika.

Karena hal itu, Kepala Staf Angkatan Darat akan menghadirkan Sersan Dua Aprilia Santini Manganang (sebagai pemohon)  dan kedua orang tuanya (sebagai saksi) pada Sidang Perdata Penetapan Perubahan Nama dan Status Jenis Kelamin Aprillia Santini Manganang oleh Pengadilan Negeri Tondano Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara yang akan digelar secara Virtual.

HASIL SIDANG

Pengadilan Negeri Tondano resmi mengabulkan permohonan penggantian nama Sersan Dua (Serda) Aprilia Santini Manganang menjadi Aprilio Perkasa Manganang.

Keputusan itu diambil oleh Majelis Hakim Nova Loura Sasube dalam persidangan penggantian nama, jenis kelamin, dan sejumlah dokumen kependudukan yang berlangsung secara virtual, di Markas Besar TNI AD, Jalan Veteran No.5 Jakarta Pusat, Jum’at (19/03/2021).

“Menetapkan pergantian nama pemohon yang semula bernama Aprilia Santini Manganang berubah menjadi nama Aprilio Perkasa Manganang,” ujar Nova saat membacakan keputusan.

Selain penggantian nama, majelis hakim juga mengabulkan permohonan pemohon terkait perubahan jenis kelamin di mata hukum.

Hakim pun juga mengabulkan permohonan perubahan jenis kelamin dari perempuan menjadi laki-laki berdasarkan keterangan saksi, ahli, dan sejumlah bukti.

Untuk melengkapi berkas kependudukan, Nova kemudian memerintahkan panitera untuk mengirimkan salinan keputusan kepada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Sangihe.

“Memerintahkan ke dukcapil untuk mendaftarkan perubahan pemohon dari perempuan menjadi laki-laki. Memerintahkan pemohon melaporkan ke dukcapil untuk mencatat pergantian nama pemohon dan membebankan biaya pemohon yang timbul atas perkara ini sebesar Rp 260 ribu”, tegas Ketua Hakim PN Tondano Nova Laura saat menggelar sidang akhir no perkara 98, di PN Tondano Kabupaten Minahasa, Jumat (19/3/2021).

Tujuannya adalah supaya terjadi perubahan data administrasi Aprilia Manganang secara utuh di mata hukum.

Perubahan nama dan status tersebut sesuai dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Kependudukan dan Catatan Sipil.

Manganang pun menangis ketika menerima keputusan perubahan nama dan jenis kelamin dari Pengadilan Negeri Tondano yaitu mengabulkan permohonan penggantian nama Sersan Dua (Serda) Aprilia Santini Manganang menjadi Aprilio Perkasa Manganang.

“Kini manganang memiliki nama panggilan baru yaitu Lanang”, ujar Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa saat mendampingi Sersan Manganang pada sidang secara virtual di Mabes TNI Angkatan Darat (Mabesad) Jakarta Pusat pada Jumat (19/3/2021).

Wartawati : Yulianti
Editor : Denny Arya