
Bima, tintahitam.news – Dua hari setelah banjir bandang melanda Kabupeten Bima pada 2 April 2021 lalu, Kodim 1608/Bima bergerak cepat membangun dapur lapangan di Posko Satgas Bencana Alam Banjir Kabupaten Bima di Kecamatan Monta.
Selain sebagai posko tempat penerimaan bantuan dan pendistribusian logistik kepada warga terdampak bencana banjir bandang, dapur lapangan juga didirikan untuk membantu kebutuhan makan bagi warga.
Selain di Kecamatan Monta, posko bencana juga didirikan di seluruh desa yang mengalami dampak banjir untuk memberikan bantuan kepada warga.
Para Bhabinsa di seluruh Koramil dikerahkan untuk mendatangi rumah-rumah warga yang terdampak untuk evakuasi maupun mendistribusikan bantuan.
Pasilog Kodim 1608/Bima Kapten Inf Muhammad yang juga sebagai Komandan Posko Satgas Bencana dan Dapur Lapangan mengatakan, seluruh bantuan yang diberikan dari pemerintah maupun organisasi masyarakat serta perorangan dipusatkan di posko bencana ini.
“Seluruh bantuan dalam bentuk logistik berupa sembako maupun bantuan dana dari pemerintah maupun organisasi kemasyarakatan kami tampung di posko ini dan dilaporkan secara terbuka”, tuturnya pada para awak media (12/04/2021).
Dijelaskannya, untuk bantuan berupa logistik makanan pendistribusiannya diprioritaskan bagi desa maupun warga yang paling terdampak. Namun, kami tidak membedakan atau pilih kasih, semua warga memiliki hak yang sama mendapatkan bantuan”, ujar Pasilog.
Lebih lanjut dijelaskan, teknis penyaluran bantuan seluruhnya terdata dengan baik dan para Bhabinsa dikerahkan untuk mendata warga yang terdampak di tiap-tiap desa binaannya.
“Kami kerahkan para bhabinsa-bhabinsa untuk mendata dan setiap hari kami juga melakukan patroli ke desa-desa bahkan mendatangi rumah warga serta kebutuhan apa yang jadi prioritas warga”, terang Muhammad.
Hal senada disampaikan Danramil 1608-07 Lettu Inf Gontang yang setiap hari memantau bahkan ikut terjun langsung menyalurkan bantuan baik itu nasi bungkus maupun bahan mentah sembako.

“Kondisi saat ini warga sudah kembali ke rumahnya masing-masing. Namun, kami tetap memantau kondisi warga dan terus memberikan bantuan kebutuhan warga”, jelas Danramil Monta.
Gontang menuturkan, para Bhabinsanya mendampingi warga setiap pengambilan logistik maupun nasi bungkus yang dimasak petugas dapur umum untuk makan pagi, makan siang dan makam malam sedikitnya sejumlah 1000 bungkus per harinya”, imbuhnya.
Untuk proses memasak di dapur umum posko satgas ini, selain personel militer juga mengerahkan ibu-ibu Persit dari Koramil 1608-07/Monta.
Walaupun juga sebagai korban terdampak bencana banjir bandang, namun ibu-ibu Persit KCK (istri Babinsa Koramil Monta) terjun langsung di dapur umum membantu memasak maupun mengemas nasi bungkus yang akan didistribusikan ke warga di tiap-tiap desa yang terdampak banjir.
“Walaupun kami juga menjadi korban dampak banjir bandang ini, kami ikut membantu di dapur umum untuk memasak maupun membungkus makanan yang akan didistribusikan kepada warga di desa-desa”, tutur Ny. Juliana Persit Istri Serda Jainudin Bhabinsa Koramil Monta.
“Ini sudah menjadi kewajiban kami, para suami di lapangan sementara kami ikut membantu memasak dan mengemas nasi bungkus. Walau demikian, kami tetap semangat dan saling menguatkan. Semoga kondisi ini cepat pulih dan kami semua dapat beraktivitas normal kembali”, harapnya.
Wartawati : Yulianti
Editor : Denny Arya
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.