Umum

Sejumlah Artis Vaksinasi Di RSAD Udayana, Kakesdam : Vaksinasi Disini Tidak Bertele-tele

tintahitam.news,Bali – Program vaksinasi Covid -19 di wilayah Bali terus digencarkan oleh pemerintah untuk terwujudnya kekebalan kelompok atau Herd Immunity, termasuk di RSAD Tingkat II Udayana sebagai salah satu tempat yang setiap hari tetap melayani vaksinasi melalui fasilitas PPK I yang ada.

Pelaksanaan vaksinasi tidak hanya kalangan masyarakat biasa ternyata sejumlah kalangan artis Ibu Kota yang notabene berasal dari luar Bali juga memanfaatkan fasilitas vaksinasi di RSAD Tingkat II Udayana.

Hal ini diungkapkan Kakesdam IX/Udayana Kolonel Ckm dr. I Made Mardika, Rabu (8/9/2021) di Denpasar.

“Sejumlah artis memang melakukan vaksinasi di RSAD Tingkat II Udayana. Kemarin (7/9/2021) ada Sofia Latjuba yang melakukan vaksinasi dosis kedua”, sebut Kakesdam.

Dirinya juga menyebutkan sejumlah artis lain juga sudah divaksin di rumah sakit militer tersebut di antaranya Venna Melinda, Bams Samsons hingga Dita Karang.

Ditanya alasan mereka melakukan vaksinasi di RSAD Tingkat II Udayana karena syaratnya mudah. Hanya dengan menunjukan identitas Kartu Tanda Penduduk (KTP) tanpa batasan asal daerah.

“Mereka vaksinasi di sini karena administrasinya mudah, cepat dan tidak bertele-tele”, ujar Kakesdam.

Sementara Sofia Latjuba mengajak masyarakat untuk mau dan tidak takut mengikuti vaksinasi. Dirinya juga berpesan setelah melaksanakan vaksinasi agar tetap menjalankan protokol kesehatan (Prokes) dengan baik dalam rangka pengendalian Covid-19.

“Divaksinasi ternyata tidak sakit, hanya beberapa detik selesai. Marilah warga masyarakat yang bisa divaksinasi, silahkan divaksinasi, membantu kita mengatasi Pandemi Covid-19. Setelah vaksinasi tetap berlakukan protokol kesehatan (Prokes), terutama pakai masker”, ujar model cantik yang bernama lengkap Sofia Inggriani Latjuba. (Yulianti)

Nasional, Umum

Kebutuhan Oksigen Meningkat, Danrem 163 Wira Satya Serahkan 10 Unit Oxygen Concentrator

tintahitam.news, Denpasar – Mengantisipasi kebutuhan oksigen yang terus meningkat akibat lonjakan kasus Covid-19, Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Husein Sagaf, S.H., menyerahkan 10 unit alat Oxygen Concentrator kepada Kepala Kesehatan Kodam (Kakesdam) IX/Udayana Kolonel Ckm dr. I Made Mardika, Sp.PD, M.A.R.S.

Dalam keterangan tertulis Penerangan Korem 163/WS, Rabu (4/8/2021), penyerahan 10 unit alat Oxygen Concentrator tersebut dilaksanakan Selasa (3/8/2021) sore, bertempat di Lobi Makorem 163/ Wira Satya, Denpasar.

Bantuan alat tersebut nantinya akan dipergunakan oleh Kesehatan Kodam IX/Udayana untuk penanganan pasien Covid-19 yang ada di wilayah Provinsi Bali dan Nusa Tenggara. Donasi alat Oxygen Concentrator dari Yayasan Buddha Tzu Chi bersama Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia yang selanjutnya diserahkan ke sejumlah wilayah di Indonesia termasuk untuk TNI dalam hal ini Kesehatan Kodam IX/Udayana.

“Astungkara (syukur dan terima kasih) Kodam IX/Udayana mendapat 10 unit Oxygen Concentrator dengan kapasitas cukup besar. Penggunaannya ini juga tidak perlu di refill (pengisian kembali), jadi tinggal colok ke listrik langsung menghasilkan oksigen”, ungkap Danrem Brigjen TNI Husein Sagaf.

Dalam kesempatan tersebut, Danrem juga menjelaskan, bantuan 10 Oxygen Concentrator tidak hanya diperuntukkan bagi Rumah Sakit TNI AD yang ada di Bali saja, melainkan menyasar juga ke rumah sakit TNI AD di wilayah Nusa Tenggara (NTB dan NTT) guna menunjang kebutuhan oksigen dalam situasi pandemi saat ini.

“Kami diberikan 10 dari Setneg, di mana saya menyerahkan atas nama Pangdam IX/Udayana untuk kemudian diserahkan atau didistribusikan lagi ke rumah sakit TNI di wilayah Bali dan Nusa Tenggara”, tambahnya.

Selain itu, disela-sela kegiatan yang berlangsung, Kakesdam IX/Udayana Kolonel Ckm. dr. I Made Mardika, Sp.PD., M.A.R.S., menuturkan, bahwa alat Oxygen Concentrator memiliki kemampuan untuk dapat menghasilkan oksigen yang tidak terbatas jumlahnya.

Kakesdam juga menjelaskan selama pandemi ini, kebutuhan oksigen dalam tabung seharinya mencapai 100 tabung, sehingga hal ini sempat menimbulkan kelangkaan di pasaran. Jadi, dengan adanya bantuan alat ini, diharapkan akan mampu mengatasi permasalah tersebut dan membantu dalam penanganan Covid -19 di wilayah Bali dan Nusa Tenggara pada khususnya.

“Praktisnya, alat ini yang jelas tidak perlu diisi ulang, selain itu, bentuknya yang kecil bisa di pindah-pindah dengan mudah dan sangat bermanfaat bagi rumah sakit yang selama ini selalu kekurangan oksigen. Kami pun mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang sudah banyak membantu”, tutupnya. (Yulianti)