
tintahitam.news, Jakarta – Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-77, Komandan Batalyon Artileri Medan 7/105 GS/Biringgalih beserta Prajurit Armed Biring Galih turut hadir dan terlibat dalam rangkaian Upacara 17 Agustus yang bertempat di Istana Negara, Jakarta pusat, (17/08/2022).
Prajurit Korps Armed adalah salah satu yang di banggakan di Angkatan Darat, karena peran Armed yang sangat menentukan dalam pertempuran khususnya di masa kini.
Prajurit Armed 7/105 GS/Biringgalih juga sering terlibat dalam moment penembakan kehormatan, dengan di bawah naungan Perwira seksi Operasi Lettu Arm Made yang dituakan di daerah tim belakang.
Meski berada dalam jarak ratusan meter dari lokasi upacara, di tangan prajurit Baret Coklat, satuan Armed dari Yon Armed 7/105 GS Kodam Jaya, berhasil melaksanakan tembakan salvo dengan peluru hampa buatan PT. Pindad sebagai rangkaian penghormatan.
Tak hanya beraksi di momen upacara 17 Agustusan, debut meriam 75 mm ini juga sering kali digunakan sebagai elemen penyambutan tamu-tamu Negara yang bertandang ke Istana.
Yang menarik, tentu saja sosok meriam 75 mm atau kondang disebut saluting gun. Berbeda dengan meriam pada elemen satuan Armed, salute gun asasinya tidak dirancang untuk berperang. Sesuai namanya, meriam ini lebih dikedepankan untuk melepaskan tembakan penghormatan dan atraksi.
Dalam beberapa hal, peran meriam ini tak ubahnya meriam karbit yang kondang di Pontianak, Kalimantan Barat. Tapi bedanya, saluting gun punya desain mirip meriam armed pada umumnya, ditempatkan dalam platform towed carrier, lengkap dengan dua roda yang memudahkan mobilitas.
Pada Pukul 10.00 Wib 37 Personel Prajurit Armed 7/105 GS/Biringgalih sudah memasuki kedudukan daerah operasi penembakan meriam, yang terdiri dari 2 bagian yaitu kelompok depan dan kelompok belakang.
Dalam acara 17 Agustusan atau Hari Kemerdekaan RI ke-77 ini, satuan Yonarmed 7/105 GS/Biringgalih mempunyai tugas penting untuk menembakkan meriam sebanyak 17X dengan tempo 60 detik secara sempurna.
Ini sangat memerlukan koordinasi dan perhitungan yang cermat, terlebih penembakan seluruhnya menggunakan metode manual baik loading, penembakan dengan sistem tarik dan pergantian munisi.
Denny Arya





Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.