TintaHitamNews, Bekasi – Kepolisian Republik Indonesia bersama Forum BEM STMIK INDONESIA membagikan bantuan sosial langsung ke masyarakat yang ada di daerah Jatiwaringin khususnya di RT. 006/RW. 015 Pondok Gede Bekasi.
Ada pun pemberiam bantuan sosial ini dalam rangka dampak dari kenaikan BBM bagi masyarakat, dan bantuan langsung di terima oleh ketua RT.006 untuk selanjutnya didistribusikan kepada warga.
“Terimakasih kepada instansi Polri dan mahasiswa yang sudah menyalurkan bantuan sosial ke warga kami. ini sangat membantu sekali dimana kondisi ekonomi masyarakat kami yang masih dalam pertumbuhan”, kata Ketua RT.006 Purwanto.
Sementara itu, Kordinator Pusat BEM STMIK Indonesia Febriansyah Putra mengatakan bahwa, “ini bukti nyata kita terhadap pengawalan dan pengawasan kami terhadap komitmen pemerintah dimana bantuan langsung ke tepat sasaran”, ungkapnya.
TintaHitamNews, Sumatera Selatan – Dansat Brimob Polda Sumsel Kombes Pol. Donyar Kusumadji, S.I.K., memimpin langsung pasukannya untuk membubarkan para pengunjuk rasa yang telah melakukan tindakan anarkis saat menyampaikan orasinya menolak kenaikan harga BBM di Simpang Lima DPRD Sumatera Selatan, Kamis (8/9/2022).
Kericuhan itu terjadi saat mahasiswa meminta aparat keamanan untuk membuka kawat berduri yang terpasang di depan pintu masuk Gedung DPRD Provinsi Sumsel.
Namun, permintaan tersebut ditolak hingga terjadilah keributan. Pembakaran ban pun terjadi. Mahasiswa melempari petugas dengan batu dan botol. Melihat situasi yang mulai tidak kondusif pasukan Brimob lalu diterjunkan dan langsung menyemprotkan air menggunakan Mobil Watercanon dan gas air mata.
Terpantau dilapangan Dansat Brimob Polda Sumsel Kombes Pol. Donyar Kusumadji, S.I.K. bersama pasukan PHH Brimob memukul mundur para pengunjuk rasa hingga membubarkan diri.
Orang nomor satu di Brimob Sumsel itu juga terlihat berkomunikasi dengan para pendemo dan menghimbau untuk segera membubarkan diri karena telah mengganggu kenyamanan masyarakat yang sedang beraktivitas.
Sedikitnya ada 12 pendemo yang telah diamankan oleh petugas keamanan yang diduga menjadi biang keributan dan langsung dibawa ke Polrestabes Palembang.
tintahitam.news, Bekasi, Jawa Barat – Universitas Islam Assyafi’iyah menggelar Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Fakultas Agama Islam dengan mengusung tema “Bangun Semangat Kemerdekaan Eratkan Solidaritas Tanpa Kekerasan dan Intoleransi”, bertempat di Gedung Alawiyah lantai 8 Universitas Islam Assyafi’iyah Jalan Raya Jatiwaringin Kelurahan Jaticempaka Kecamatan Pondok Gede Kota Bekasi, hari Sabtu (13/8/2022).
Adapun kegiatan tersebut digelar dalam rangka memberikan gambaran dan kesadaran wawasan kebangsaan dan arti penting penyebaran intoleransi di berbagai kampus.
Dalam giat tersebut, turut hadir beberapa pembicara diantaranya Dr. Khairan M. Arif., MA., M.Ed (Dekan FAI UIA), HM Soffa Ihsan (Pengurus MUI Pusat dan Dosen Agama Isalam UI), Prof. Dr. Zaenal Arifin Hoesein, SH., MH (Mantan Panitera MK RI), dan Dr. Sutiono, AZ. M.Pd (Kaprodi FAI UIA) dengan dihadiri sejumlah peserta dan tamu undangan.
HM Soffa Ihsan (Pengurus MUI Pusat dan Dosen Agama Islam UI), dalam penyampaian materinya mengatakan bahwa, Saat ini negara mengalami kembalinya paham konservatif yang menyebarkan paham tertentu dan patut diwaspadai.
“Kita ketahui bahwa dikalangan dan lingkungan kampus kita telah mewarisi berbagai faham radikal dimana data dan hasil penelitian menunjukkan bahwa kaum intelek atau akademisi, banyak yg menjadi pelakunya”, ungkapnya.
Kampus dan radikalisme bukan lembaran baru. Seperti strategi idiologi lain, kelompok radikal tidak akan mengabaikan peran kaum terpelajar dan akademisi kampus untuk direkrut. Strategi ini dipandang jitu, maka berlaku teori domino, pegang yang otak dulu, maka yang otot akan tersodok, lanjut Soffa.
Sementara itu, Dr. Sutiono, AZ. M.Pd (Kaprodi FAI UIA), menekankan bahwa Moral sangat penting dalam mengawal kemerdekaan.
“Literasi muda harus mempunyai tujuan yang di capai, langkah, dan hasil harus mempunyai arah yang jelas. Dalam mencapai tujuan kemerdekaan harus terus meningkatkan solidaritas dan meninggalkan dunia kekerasan. Tujuan diskusi adalah menambah wawasan dan mampu bersaing dalam menuju masyarakat”, lanjutnya.
Paham radikalisme dengan berbaga bentuk propaganda dan doktrinasi di era milinia telah menyusup di kalangan akademisi.
Radikalisme menganggap dirinya sebagai ideologi alternatif yang hendak menggulingkan ideologi kekuasaan yang sedang mapan. Proses radikalisasi umumnya berlangsung dari tahap intoleransi, radikalisasi ideologi dan kemudian radikalisasi perilaku.
“Makna kemerdekaan adalah pantang menyerah dalam mempertahankan kemerdekaan, kesejahteraan terutama mahasiswa yang merupakan generasi penerus, untuk itu jangan takut berinovasi dalam membuat perubahan yang positif”, tegas Sutiono.
tintahitam.news, Palembang – Satuan Brimob Polda Sumsel mengirimkan 105 personel guna tugas Bawah Kendali Operasi (BKO) Polda Metro Jaya, untuk meng beck up pengamanan aksi unjuk rasa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) bersama dengan Aliansi Mahasiswa Indonesia (AMI) yang akan dilaksanakan pada hari Kamis, 21 April 2022.
Rencana aksi unras ini rencananya akan digelar di tiga titik, di antaranya Patung Kuda, Gedung DPR/MPR RI, dan kawasan Harmoni.
Dansat Brimob Polda Sumsel Kombes Pol. Donyar Kusumadji, S.I.K. memimpin langsung apel pelepasan satu Satuan Setingkat Kompi (SSK) tersebut di Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II, Talang Betutu, Kec. Sukarami, Kota Palembang. Rabu malam, (20/4/2022).
Dalam arahannya Dansat Brimob menekankan kepada seluruh personel yang akan berangkat BKO ke Polda Metro Jaya agar tetap dalam satu ikatan kesatuan dalam pelaksanaan tugas dilapangan.
“Selamat bertugas rekan-rekan semua, Saya mengingatkan dalam pelaksanaan tugas dilapangan tidak boleh terpisah, harus tetap dalam satu ikatan kesatuan. Kita semua berharap tugas pengamanan esok hari dapat berjalan dengan aman dan lancar, sehingga sitkamtibmas di Ibu kota negara tetap kondusif. Semoga tugas rekan-rekan menjadi amal ibadah di bulan suci Ramadhan ini”, jelas Donyar.
Dilansir dari Tempo. com, Koordinator Departemen Sosial dan Politik BEM UI Melki Sadek Huang menyampaikan pihaknya akan menyampaikan tujuh tuntutan dalam aksi demo itu yang termasuk tolak perpanjangan masa jabatan presiden, turunkan harga bahan pokok, dan penyerangan terhadap warga sipil.
Melki mengatakan aksi bakal digelar sekitar pukul 11.00 atau 12.00. Para mahasiswa dari berbagai kampus juga akan datang dan langsung menuju lokasi aksi yang telah ditentukan.
tintahitam.news, Sumatera Selatan – Personel Satuan Brimob Polda Sumatera Selatan kembali disiagakan untuk mengawal serta mengamankan rencana aksi demonstrasi yang dilakukan oleh Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia (SI), di depan Gedung DPRD Sumsel, Palembang. Senin, (11/4/2022).
Kegiatan unjuk rasa ini merupakan lanjutan dari aksi sebelumnya, yang membawa sebanyak enam tuntutan kepada Presiden Joko Widodo. Salah satu bunyi tuntutan tersebut ialah BEM SI mendesak Presiden Joko Widodo agar bisa bersikap sebagaimana mestinya, lebih tegas atau menolak dalam menanggapi pernyataan penundaan Pemilihan Umum Presiden yang rencananya akan diselenggarakan pada tahun 2024, atau memperpanjang masa jabatannya menjadi tiga periode.
BEM SI menilai bahwa hal tersebut sudah jelas mengkhianati konstitusi negara yang sudah diatur sebelumnya.
Dalam rangka mengamankan jalannya aksi demo tersebut, Dansat Brimob Polda Sumsel Kombes Pol. Donyar Kusumadji, S.I.K. pada pukul 06.00 WIB langsung membawa pasukannya untuk bergeser ke Gedung DPRD Sumsel guna mempersiapkan diri dan menempati pos yang telah ditentukan.
“Satbrimob Polda Sumsel bersama dengan jajaran TNI dan Polda Sumsel hari ini melaksanakan pengawalan serta pengamanan aksi demonstrasi yang dilakukan oleh BEM SI. Kami berharap kepada adik-adik mahasiswa maupun elemen masyarakat untuk dapat menyampaikan aspirasinya dengan tertib, santun dan damai,” ujar Donyar.
Untuk diketahui, bahwa dalam pengamanan tersebut melibatkan ribuan personel gabungan TNI-Polri guna memastikan aksi demonstrasi dapat berjalan dengan aman dan lancar.
tintahitam.news, Sumatera Selatan – Satuan Brimob Polda Sumsel menerjunkan personelnya dalam kegiatan pengamanan aksi unjuk rasa Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Se-Sumatera Selatan, Kamis (7/4/2022).
Aksi unjuk rasa BEM se-Sumatera Selatan itu diikuti oleh kurang lebih seribu massa demonstran yang dilakukan di Simpang Lima DPRD Sumsel. Sehingga semua arus lalu lintas yang mengarah simpang lima DPRD dialihkan.
Dalam kegiatan pengamanan unras ini terlihat personel Satbrimob Polda Sumsel dengan perlengkapan lengkap bersiaga sambil memantau perkembangan situasi dilapangan guna mengantisipasi jika sewaktu-waktu berubah menjadi tidak kondusif.
Komandan Satuan Brimob Polda Sumsel Kombes Pol. Donyar Kusumadji, S.I.K. yang juga terjun langsung dalam pengamanan aksi unjuk rasa berpesan agar anggotanya lebih mengutamakan pengamanan humanis kepada peserta demo serta tegas terukur terhadap perusuh anarkis.
“Dalam pengamanan hari ini pasukan Brimob yang tersebar di titik-titik pengamanan agar selalu waspada. Karena bisa saja oknum-oknum provokator dan perusuh anarkis masuk ke dalam masa pendemo dan mampu menimbulkan kerusuhan”, ujar Donyar.
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.