Bencana alam, Nasional, Umum

Pakai Teknologi Reverse Osmosis,TNI AD Distribusikan Air Siap Konsumsi Bagi Korban Bencana Bima

Foto : Zeni TNI AD Yonzikon 13/Karya Etmaka (EK) mendistribusikan air bersih dan siap minum

Jakarta, tintahitam.news – Selain fokus pada pembangunan jembatan penghubung dua desa yaitu Desa Rade dan Desa Bolo yang putus diterjang banjir Bandang, personel Zeni TNI AD dari Yonzikon 13/Karya Etmaka (EK) juga mendistribusikan air bersih bagi warga terdampak bencana di Desa Rade, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Pendistribusian air bersih ini bekerja sama dengan BPBD Kabupaten Bima dengan dibantu para Bhabinsa Koramil 1608-02/Bolo.

Dipimpin Perwira Zeni Angkatan Darat (Pa Ziad) Letda Czi Syarifudin, air bersih yang didistribusikan kepada warga merupakan air siap konsumsi (siap minum) menggunakan alat penjernih air RO (Reverse Osmosis Industrial).

“Air bersih yang kami distribusikan kepada warga merupakan air bersih yang siap untuk dikonsumsi, bahkan bisa langsung dikonsumsi tanpa harus dimasak terlebih dahulu”, jelasnya di lokasi Desa Bolo, Senin (12/4/2021).

Lebih lanjut dijelaskan, proses penyulingan air bersih ini langsung dilakukan di lokasi pendistribusian menggunakan peralatan yang kami miliki. Jadi dimana pun dibutuhkan dan ada sumber airnya, baik itu dari sungai, tidak ada masalah. Karena air suling yang dihasilkan telah memenuhi standar sterilisasi untuk dikonsumsi”, imbuhnya.

Dirinya menyampaikan, di wilayah manapun yang membutuhkan pasokan air bersih, pihaknya siap mendukung pendistribusian air siap konsumsi tersebut.

“Bila ada permintaan dari warga terkait kebutuhan air bersih, kami siap mendukung. Karena air bersih merupakan kebutuhan mendasar bagi berbagai keperluan warga”, imbuhnya.

Untuk diketahui, kebutuhan air bersih siap konsumsi juga untuk kebutuhan Satgas Penanggulangan Bencana dari TNI AD yang sedang mengerjakan pembangunan jembatan Acrow Panel yang menghubungkan Desa Bolo dan Desa Rade.

Sampai dengan hari kelima pengerjaan jembatan penghubung kedua desa tersebut telah mencapai progress 30 persen yang dilakukan pagi, siang hingga malam hari.

Estimasi penyelesaian pembangunan jembatan Acrow Panel ini selama dua minggu. Selain jembatan penghubung Desa Bolo-Desa Rade, Satgas Zeni TNI AD juga mengerjakan perbaikan jembatan di Desa Woro dan Desa Campa, Kecamatan Madapangga.

Walaupun dalam kondisi menjalankan ibadah puasa, para personel Zeni TNI AD tetap semangat dalam mengerjakan pembangunan tiga jembatan di Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima agar masyarakat dapat segera beraktivitas normal kembali.

Wartawati: Yulianti
Editor: Denny Arya

Bencana alam, Tidak Dikategorikan, Umum

Danrem 162/WB Sambut Tim Satgas TNI AD Bangun Tiga Jembatan Yang Putus

Jakarta, tintahitam.news – Tim Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) Banjir Bandang di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) tiba di pelabuhan kota Bima pukul 14.15 menggunakan kapal ADRI LI dari Satuan Angkutan Air Pusat Pembekalan dan Angkutan Angkatan Darat (Satangair Pusbekangad), Jumat (9/2/2021).

Satgas yang terdiri dari Batalyon Zeni Konstruksi 13 Pusat Zeni Angkatan Darat (Yonzikon 13 Puziad) berjumlah 51 orang, pusat perhubungan angkatan darat 3 orang dan Dispenad 3 orang berikut 35 orang kru kapal ADRI.

Satgas Gulbencal TNI AD ini diberangkatkan oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Andika Perkasa dari pelabuhan Satangair Pusbekangad, Tanjung Priok, Selasa (6/4/2021).

Upacara penyambutan Satgas Gulbencal NTB dipimpin langsung Danrem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani yang dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Bima di Dermaga Peti Kemas Pelabuhan Kota Bima.

Dalam sambutannya, Danrem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan sesuai arahan dari Kasad, para personel TNI AD ini bertugas dalam misi kemanusiaan membantu pemulihan jalur transportasi berupa 3 jembatan yang putus akibat diterjang banjir bandang pada 2 April lalu.

Dirinya berharap, dengan kehadiran Satgas Gulbencal TNI AD ini dapat segera memulihkan aktivitas masyarakat yang sempat terkendala akibat beberapa insfraktruktur yang ada di lokasi bencana termasuk jembatan yang putus.

“Jembatan ini merupakan jalur vital bagi aktivitas masyarakat, sehingga butuh kecepatan dalam penanganan pemulihan dan rekonstruksinya”, tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, Danrem menyampaikan terima kasih kepada Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa yang merespons cepat pengiriman personel dan materiel untuk rekonstruksi jembatan di tiga lokasi yaitu Desa Campa, Desa Rade dan Desa Woro.

Hal senada juga disampaikan Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri atas dikirimkannya bantuan Satgas Zeni TNI AD dengan Komandan Batalyon Zeni Konstruksi 13/Karya Etmaka Letkol Czi Alid Setiawan untuk membangun kembali jembatan di tiga lokasi tersebut.

Wartawati: Yulianti
Editor: Denny Arya