TNI-POLRI, Umum

Reuni Alumni Tamtama Angkatan 2017 TNI Polri Di Mako Kopasgat

tintahitam.news, Pekanbaru – Personel Tamtama SatBrimob Polda Riau melaksanakan kunjungan ke Mako Kopasgat Pekanbaru dalam rangka reuni alumni diktum tamtama Brimob Polri dan SEMATA TNI tahun 2017,
Rabu (20/04/2022).

Kegiatan tersebut merupakan Program Prioritas Kapolri Program 5 kegiatan 19, sebagai letting seperjuangan angkatan 2017 TNI Polri melaksanakan reuni dengan hikmat namun tetap mematuhi Protokol kesehatan.

Reuni tersebut menjadi aspirasi bagi letting – letting yang lain baik senior maupun junior untuk menyambung tali silaturahmi TNI Polri penempatan tugas dinas yang berbeda beda.

Dansat Brimob Polda Riau Kombes Pol Ronny Lumban Gaol, S.I.K menyampaikan Sesuai perintah pimpin dalam rangka Program Prioritas Kapolri Program 5 melaksanakan Kegiatan reuni alumni diktuk tamtama Brimob Polri dan SEMATA TNI Angkatan 2017, ini salah satu contoh yang baik sinergitas TNI Polri dalam membangun kekompakan dan jiwa korsa agar tertanam di dalam jiwa yang Profesional.

“Saya berharap kekompakan dan silaturahmi melalui kegiatan ini akan terus terjaga dan terpupuk dengan baik untuk angkatan tamtama 2017 TNI Polri” tambah Dansat Brimob Polda Riau.

Yulianti/Red

Umum

Pemeriksaan Kesehatan Dalam Rangka Rekrutmen Polri Pada Masa Pandemi

tintahitam.news, Jakarta – Rekrutmen calon anggota Polri adalah kegiatan yang rutin dilakukan dalam rangka pemenuhan kebutuhan penguatan organisasi Kepolisian. Rekrutmen yang dilaksanakan meliputi rekrutmen Akpol, Bintara dan Tamtama Polri.

Semua tahapan seleksi dilakukan secara terbuka dimana peserta bisa melihat sendiri hasil seleksinya, mengacu pada prinsip dasar penerimaan anggota Polri yaitu “BETAH” yang merupakan kepanjangan dari Bersih, Transparan, Akuntabel dan Humanis.

Seleksi ini dilaksanakan di tingkat Polda dan tingkat Pusat. Setiap panitia baik tingkat Polda maupun Pusat, dalam hal ini Mabes Polri, sesuai perintah Kapolri, harus membentuk tim Pengawas Internal yang terdiri dari Diknas, Disdukcapil, IDI, HIMPSI, Akademisi, Tokoh Masyarakat, LSM serta Media Massa untuk mengawasi/menyaksikan pelaksanaan tiap tahapan seleksi.

Pada saat wabah Covid-19 merebak pada awal tahun 2020, tingginya tingkat penularan dan jumlah masyarakat yang terinfeksi, pimpinan Polri memutuskan memundurkan jadwal penerimaan anggota Polri. Pelaksanaan rangkaian seleksi yang biasanya dilakukan dari awal tahun, mundur sampai di akhir tahun.

Salah satu bagian yang harus dilalui oleh para calon anggota Polri pada saat melakukan rangkaian pelaksanaan seleksi rekrutmen adalah pemeriksaan kesehatan, yang biasa disingkat Rikkes.

Pemeriksaan kesehatan tingkat Polda (Panda) dibagi menjadi 2 tahapan seleksi. Tahap Pertama meliputi pemeriksaan fisik dan tahap kedua pemeriksaan Laboratorium, EKG, Rontgent dan pemeriksaan jiwa.

Di tingkat Panda, merupakan suatu tantangan dimasa pandemi ini, animo masyarakat yang mendaftar mencapai ratusan hingga ribuan orang.

Karena Pemeriksaan Kesehatan seleksi tidak dapat dilakukan secara virtual melainkan secara visual dengan cara melihat, mendengarkan dan meraba secara langsung. oleh karena itu, Pusdokkes Polri sebagai Satker Kesehatan di Polri membuat arahan dalam bentuk Surat Telegram dengan nomor ST/1841/VI/DIK.2.1./2020 untuk Akpol dan Tamtama, Surat Telegram nomor ST/2452/VIII/DIK.2.1./2020 untuk Bintara dan Surat Telegram Kapolri nomor ST/1063/IV/2020 tentang Antisipasi pencegahan penyebaran wabah covid-19 sebagai pedoman tata laksana pemeriksaan kesehatan rekrutmen pada masa pandemi ini.

Prokes ketat ditekankan bagi para nakes pemeriksa dan calon pendaftar. Dihimbau agar pelaksanaan pemeriksaan kesehatan di lakukan di ruang terbuka. Pemakaian APD bagi para pemeriksa dan membatasi jumlah calon peserta yang diperiksa, agar tidak terjadi kerumunan dan terbentuk cluster baru.

Beberapa Panda melakukan rikkes di aula, dengan pertimbangan humanis. Karena salah satu item rikkes adalah pemeriksaan fisik yang mengharuskan calon peserta membuka bajunya.

Jumlah yang di periksa pun di batasi, dari yang mencapai 1000 orang perhari, dalam masa pandemi ini dibatasi menjadi 200 orang perhari.

Calon peserta wajib melakukan pemeriksaan rapid antibody (tahun 2021 dilaksanakan swab antigen) sebelum pelaksanaan rikkes. Tempat cuci tangan dan hand sanitizer selalu di siapkan di tempat pemeriksaan. Suhu calon peserta lebih dari 39.5 derajat Celsius tidak dapat mengikuti seleksi.

Suhu calon peserta lebih dari 37.5 derajat celcius dilakukan pemeriksaan rapid antibody ulang dengan merk berbeda. Tiga kali pengulangan dengan hasil reaktif, peserta tidak dapat mengikuti seleksi.

Setelah melakukan protokol Kesehatan, calon peserta di koding secara perorangan, kemudian calon peserta masuk ke ruang ganti pakaian untuk selanjutnya mendapatkan pengarahan dan pengisian Informed Concern.

Pelaksanaan rikkes dilakukan secara perorangan di ruang tertutup, satu calon peserta diperiksa oleh satu petugas rikkes menggunakan sistem ban berjalan. Hasil rikkes dilakukan secara One Day Result, sehingga calon peserta langsung dapat melihat hasilnya.

Calon peserta wajib melakukan rapid antigen atau swab antigen untuk setiap tahapan pemeriksaan. Rikkes tahap kedua dilakukan bagi calon peserta yang lulus di tahapan seleksi berikutnya.

Diharapkan bila pemeriksaan kesehatan rektutmen dilaksanakan sesuai dengan arahan, dapat menghindari terjadinya cluster-cluster baru Covid-19, sehingga tetap di dapat calon-calon anggota Polri yang berkualitas, memiliki integritas tinggi dalam pekerjaan serta sehat samapta. (Yulianti)