Nasional, Umum

Protipe I Laser Warning System (LWS) dan Remote Controlled Weapon Station (RCWS) Untuk Ranpur Tank Scorpion Dibuat

tintahitam.news, Jakarta – Kepala Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI AD (Kadislitbangad) Brigjen TNI Terry Tresna Purnama.,S.I.Kom.,M.M, meninjau pembuatan Prototipe I laser warning system (LWS) dan Remote Control Weapon System atau Remote Control Weapon Station (RCWS) untuk Ranpur Tank Scorpion di Worksop PT. Respati Solusi Rekatama Cibitung Bekasi, Kamis, (5/8/2021).

Direktur PT. Respati Solusi Rekatama Bapak Dhitya Yudhistira., ST.,M.M menyampaikan dalam paparannya bahwa Laser (Light Amplification by Stimulated Emission of Radiation ) merupakan penguatan cahaya melalui emisi dari radiasi yang distimulasi atau dirangsang. Laser yang sudah dikembangkan saat ini terdiri dari beberapa jenis. Berdasarkan sifat keluarannya, jenis laser dapat dibagi dalam dua kategori yaitu laser kontinu (CW) dan laser pulsa. Laser kontinu memancarkan cahaya yang tetap selama medium lasernya di eksitasi sementara itu laser pulsa memancarkan cahaya dalam bentuk pulsa pada interval waktu tertentu. Laser sering digunakan di berbagai aplikasi di bidang militer, antara lain digunakan untuk mengukur jarak sasaran musuh sebelum melakukan penembakan. Untuk menghindari tembakan musuh diperlukan sebuah sistem yang akan mendeteksi laser musuh yang digunakan untuk mengukur jarak. Sistem ini dikenal dengan nama Laser Warning System. Laser Warning System (LWS) saat ini belum diproduksi di Indonesia sehingga kebutuhan sistem ini harus melalui import. Mengingat sistem ini sangat penting guna mendukung alutsista maka perlu adanya penelitian tentang Laser Warning System (LWS) agar dapat diproduksi dalam negeri sehingga dapat mengurangi biaya dan ketergantungan terhadap produk luar negeri.

“Saat ini progress pembuatan Prototipe I laser warning system (LWS) untuk Ranpur Tank Scorpion mencapai 55 % ditargetkan penyelesaian pada bulan November”, ujarnya.

Selanjutnya pada kesempatan yang sama, Kadislitbangad Brigjen TNI Terry Tresna Purnama, S.I.Kom., M.M., dalam sambutannya menyampaikan bahwa Latar belakang. pembuatan Prototipe I laser warning system (LWS) Untuk Ranpur Tank Scorpion di Worksop PT. Respati Solusi Rekatama cukup beralasan karena dihadapkan dengan Rencana Strategis dan Arah Kebijakan Pembangunan Kekuatan TNI AD. Mempedomani arah pembangunan kekuatan TNI AD yang berorientasi pada pencapaian tugas-tugas TNI AD dalam rangka menunjang tugas pokok TNI, maka pembangunan kekuatan mengacu pada Rencana Strategis (Renstra) TNI AD yang ditetapkan serta menyesuaikan secara adaptif.

“Dislitbang TNI AD sebagai bagian dari kekuatan TNI AD, harus memenuhi ketentuan di mana dalam setiap perencanaan program kegiatan yang terkategori sebagai bagian dari upaya pembangunan kekuatan TNI AD termasuk diantaranya Program Litbanghan harus berdasarkan Renstra yang ditetapkan”, ujarnya.

Selanjutnya, Kadislitbangad menambahkan bahwa perencanaan Program Litbanghan Dislitbang TNI AD dalam Pengembangan produk pertahanan dan keamanan dalam negeri mulai gencar dilakukan untuk membatasi tingginya ketergantungan Indonesia terhadap produk pertahanan dan keamanan dari luar negeri.

“Hingga saat ini, Indonesia belum bisa memproduksi Laser Warning System (LWS) sedangkan kita memiliki kemampuan SDM yang mampu untuk membuat LWS walaupun komponen dan sensor masih tetap harus impor. Komponen dan sensor yang diimpor akan mempunyai nilai lebih dan mengurangi ketergantungan pembelian alat jadi dari luar negeri. Efek lain yang bisa diharapkan adalah peningkatan kualitas alutsista dan kemudahan perawatan karena pembuatan dilakukan dalam negeri”, pungkasnya. (Yulianti)

Nasional, Umum

Kebutuhan Oksigen Meningkat, Danrem 163 Wira Satya Serahkan 10 Unit Oxygen Concentrator

tintahitam.news, Denpasar – Mengantisipasi kebutuhan oksigen yang terus meningkat akibat lonjakan kasus Covid-19, Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Husein Sagaf, S.H., menyerahkan 10 unit alat Oxygen Concentrator kepada Kepala Kesehatan Kodam (Kakesdam) IX/Udayana Kolonel Ckm dr. I Made Mardika, Sp.PD, M.A.R.S.

Dalam keterangan tertulis Penerangan Korem 163/WS, Rabu (4/8/2021), penyerahan 10 unit alat Oxygen Concentrator tersebut dilaksanakan Selasa (3/8/2021) sore, bertempat di Lobi Makorem 163/ Wira Satya, Denpasar.

Bantuan alat tersebut nantinya akan dipergunakan oleh Kesehatan Kodam IX/Udayana untuk penanganan pasien Covid-19 yang ada di wilayah Provinsi Bali dan Nusa Tenggara. Donasi alat Oxygen Concentrator dari Yayasan Buddha Tzu Chi bersama Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia yang selanjutnya diserahkan ke sejumlah wilayah di Indonesia termasuk untuk TNI dalam hal ini Kesehatan Kodam IX/Udayana.

“Astungkara (syukur dan terima kasih) Kodam IX/Udayana mendapat 10 unit Oxygen Concentrator dengan kapasitas cukup besar. Penggunaannya ini juga tidak perlu di refill (pengisian kembali), jadi tinggal colok ke listrik langsung menghasilkan oksigen”, ungkap Danrem Brigjen TNI Husein Sagaf.

Dalam kesempatan tersebut, Danrem juga menjelaskan, bantuan 10 Oxygen Concentrator tidak hanya diperuntukkan bagi Rumah Sakit TNI AD yang ada di Bali saja, melainkan menyasar juga ke rumah sakit TNI AD di wilayah Nusa Tenggara (NTB dan NTT) guna menunjang kebutuhan oksigen dalam situasi pandemi saat ini.

“Kami diberikan 10 dari Setneg, di mana saya menyerahkan atas nama Pangdam IX/Udayana untuk kemudian diserahkan atau didistribusikan lagi ke rumah sakit TNI di wilayah Bali dan Nusa Tenggara”, tambahnya.

Selain itu, disela-sela kegiatan yang berlangsung, Kakesdam IX/Udayana Kolonel Ckm. dr. I Made Mardika, Sp.PD., M.A.R.S., menuturkan, bahwa alat Oxygen Concentrator memiliki kemampuan untuk dapat menghasilkan oksigen yang tidak terbatas jumlahnya.

Kakesdam juga menjelaskan selama pandemi ini, kebutuhan oksigen dalam tabung seharinya mencapai 100 tabung, sehingga hal ini sempat menimbulkan kelangkaan di pasaran. Jadi, dengan adanya bantuan alat ini, diharapkan akan mampu mengatasi permasalah tersebut dan membantu dalam penanganan Covid -19 di wilayah Bali dan Nusa Tenggara pada khususnya.

“Praktisnya, alat ini yang jelas tidak perlu diisi ulang, selain itu, bentuknya yang kecil bisa di pindah-pindah dengan mudah dan sangat bermanfaat bagi rumah sakit yang selama ini selalu kekurangan oksigen. Kami pun mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang sudah banyak membantu”, tutupnya. (Yulianti)

Nasional, Umum

Usai Rebut Sasaran, Prajurit TNI AD Dan US Army Bagikan Sembako Di Dusun Talang Sipin

tintahitam.news, Sumut – Sebanyak 250 paket sembako dibagikan prajurit TNI AD dan US Army yang tergabung dalam Latihan Bersama Garuda Airborne kepada masyarakat Dusun Pulau Sipin, Desa Tanjung Kemala Barat, Kecamatan Martapura, Kabupaten Oku Timur, Sumatera Selatan. Rabu (4/8/2021).

Ratusan paket sembako ini diberikan secara simbolis kepada sepuluh orang perwakilan masyarakat Dusun Talang Sipin, yang rumahnya dijadikan sasaran dalam Latihan Bersama tersebut.

“Pembagian sembako ini merupakan rangkaian kegiatan Bakti Sosial (Baksos) TNI Angkatan Darat dalam rangka Latihan Bersama Garuda Shield-15 tahun 2021″, ujar Kolonel Inf Hery Suprapto, Pabanter Kodiklatad selaku penanggung jawab pembagian sembako tersebut.

Subini (75) salah satu warga Dusun Talang Sipin yang menerima paket sembako tersebut, mengaku senang dan menyampaikan rasa terima kasihnya atas perhatian serta kepedulian TNI AD kepada dirinya dan warga dusun lainnya.

Selain pembagian sembako, sebelumnya TNI AD telah menggelar baksos berupa pembangunan Masjid Al Muhajirin, bedah rumah, pembuatan sumur bor , pengerasan jalan sepanjang 6 km dan pembuatan dua jembatan masing masing panjang 6 M. (Yulianti)

Umum

Kodam XVIII/Kasuari Terima Bantuan Alkes Dari Panglima TNI Untuk Masyarakat Papua Barat

tintahitam.news, Jakarta – Kodam XVIII/Kasuari menerima bantuan Alat Kesehatan (Alkes) yang merupakan wujud perhatian Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto kepada masyarakat Papua Barat.

Bantuan diterima langsung Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, S.E., M.Tr.(Han)., bersama Wakil Gubernur (Wagub) Provinsi Papua Barat, Mohamad Lakotani, S.H., M.Si., Kapolda Papua Barat, Irjen Pol. Dr. Tornagogo Sihombing, S.I.K.,M.Si., di Bandara Rendani, Manokwari, Papua Barat, Selasa (3/8/2021).

Bantuan tersebut berupa 50 Tabung Oksigen, 50 Oksigen konsentrator, 150.000 masker medis, 1.000 APD, 1000 sarung tangan medis, 20.000 Rapid Ag dan 3 box Regulator O2 yang diangkut menggunakan pesawat Boeing 737 AI-7304 TNI Angkatan Udara.

“Selama ini beliau memonitor terus perkembangan Covid-19 yang ada di Papua Barat, khususnya saat kita kekurangan oksigen dan tabung oksigen kemudian juga kekurangan masker, APD (Alat Pelindung Diri) dan lain sebagainya”, ujar Pangdam.

Pangdam mengatakan bantuan akan diserahkan langsung ke Pemerintah Provinsi Papua Barat.

“Mudah-mudahan ini bermanfaat dan kita berterima kasih atas bantuan ini sehingga bisa menekan penyebaran virus Covid-19 serta bisa menekan angka kematian masyarakat di Provinsi Papua Barat karena Covid-19″, ujarnya.

Sementara itu, Wagub mengucapkan terima kasih dan rasa hormat kepada Panglima TNI atas perhatian dan niat yang tulus untuk memberikan bantuan kepada masyarakat dan Pemerintah Papua Barat dalam menghadapi pandemi Covid-19.

“Kita tahu bahwa, salah satu penyebab angka kematian yang tinggi karena kekurangan tabung oksigen di beberapa tempat. Oleh karena itu kemudian Panglima TNI memberikan bantuan ini”, imbuh Wagub.

“Dengan begini tentu kita harapkan angka kematian bisa kita tekan, tentunya bantuan ini tidak hanya untuk di Manokwari saja tetapi akan kita salurkan juga kepada Kabupaten lain, secara teknis nanti akan diurus oleh Dinas Kesehatan”, ujar Wagub.

Penyerahan bantuan tersebut turut disaksikan oleh Kadinkes Provinsi Papua Barat, Ketua pelaksana Gugus Tugas Covid-19 Papua Barat serta Direktur Rumah Sakit Provinsi Papua Barat di Bandara Rendani Manokwari, Papua Barat. (Yulianti)

Umum

Evaluasi Kinerja Satgas Pamtas, Tim Binsatter Sdirdiklat Pusterad Kunjungi Pos Satgas Yonif 144/JY

tintahitam.news, Kalbar – Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 144/JY menerima kunjungan tim dari Pembinaan Satuan Teritorial Staf Direktur Pendidikan dan Latihan (Binsatter Sdirdiklat) Pusat Teritorial Angkatan Darat (Pusterad) di Pos Kotis Kecamatan Badau Kabupaten Kapuas Hulu Kalimantan Barat.

Dalam keterangan tertulisnya, Senin (2/8/2021), Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Letkol Inf Andri Suratman menjelaskan, kedatangan tim Binsatter Sdirdiklat Pusterad dalam rangka melaksanakan kegiatan program kerja Pusterad bidang teritorial sekaligus evaluasi kinerja yang telah dilaksanakan oleh Satgas Pamtas yang telah berjalan selama dua bulan.

“Kegiatan ini merupakan kunjungan kerja dari Pusterad untuk mengetahui sejauh mana pelaksanaan Binter yang telah dilakukan Satgas Yonif 144/JY dan sudah berjalan dengan baik”, terangnya.

Lebih lanjut diungkapkan, walaupun dalam masa pandemi Covid -19, para personel Satgas Pamtas Yonif 144/JY tetap melaksanakan tugasnya sebagai satuan tugas pengamanan perbatasan dan terus mengimbau warga untuk selalu mematuhi prokes.

“Dalam setiap kegiatan, kami selalu tekankan kepada semua anggota untuk mematuhi prokes, begitu juga memberikan edukasi dan imbauan kepada masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19”, ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua tim dari Pusterad Letkol Inf Prasetyo DTS, M.Si, mengatakan, kehadiran dan peran Satgas Pamtas 144/JY sangat diterima serta dirasakan oleh masyarakat di sini”, tuturnya.

Kegiatan ini mulai dari mengunjungi Pos Kotis, Pos Mentari, Pos Keladan dan berakhir sampai Pos Kapar.

Selama kegiatan berlangsung tetap mematuhi protokol kesehatan. (Yulianti)

Umum

Berkat Upaya Dua Babinsa Kodim 0211/TT, Ritasi Gea Bisa Tersenyum Manis

tintahitam.news, Tapanuli – Ritasi Gea (6) lahir dari pasangan suami isteri, Tengeni Gea (51) dan Dila Waruwu (50). Mereka merupakan warga Dusun VII Pulau Mursala Desa Tapian Nauli I, Kecamatan Tapian Nauli, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).

Semenjak lahir, Ritasi Gea yang merupakan anak bungsu dari 5 bersaudara, sudah menderita bibir sumbing. Namun akibat kondisi kedua orangtuanya yang hanya hidup pas-pasan dan hanya bergantung dari penghasilan sang ayah yang berprofesi sebagai nelayan kecil, sulit untuk bisa mendapat operasi.
Terlebih ibu Ritasi hanyalah seorang ibu rumah tangga.

Kondisi Ritasi ini akhirnya dilakukan pembiaran, tanpa apapun bisa diperbuat kedua orang tuanya. Bibir sumbing yang dibawa sejak lahir hingga usia Ritasi mencapai usia sekolah 6 tahun.

Pulau Mursala yang merupakan tempat tinggal Keluarga Ritasi merupakan pulau terluar dari Kabupaten Tapteng. Pulau ini terletak di sebelah Barat Daya Kota Sibolga. Untuk bisa keluar dari pulau ini, hanya bisa melalui jalur laut yakni, dengan menggunakan speed boat dengan waktu tempuh sekira 2 jam.

Kondisi bocah wanita ini sampai ke telinga Serma Rahim Panggabean dan Sertu Alfon RH Manurung. selaku Babinsa Pulau Mursala, Kedua Bintara Satuan Kodim 0211/TT pun segera menyambangi kediaman keluarga Tengeni Gea. Kedua orangtua Ritasi Gea menceritakan nasib yang dialami putrinya dan kehidupan keluarganya.

“Saya hanyalah nelayan kecil, mencari ikan untuk dijual demi makan kami sehari-hari. Isteri saya juga terkadang membantu saya mencari ikan. Tapi, ia juga harus mengurus rumah tangga dan 5 anak di rumah”, ungkap Tengeni Gea memulai kisahnya.

Kedua Pasutri itu sangat berkeinginan, putri bungsu mereka, Ritasi, agar bisa dioperasi dan terlepas dari cacat lahirnya. Namun, masalah biaya menjadi sandungan bagi keluarga mereka yang jauh dari kehidupan mapan.

Tengeni Gea yang hanya mengecap bangku Sekolah Dasar, bahkan tidak begitu paham perihal pengurusan administrasi Kependudukan, apalagi perihal BPJS Kesehatan. Sebab, jika mengurus BPJS Kesehatan, ia sudah pasti tidak bekerja dan memakan biaya yang cukup mahal baginya untuk membayar transportasi speed boat menuju ke Kota Sibolga.

“Kartu Keluarga yang dimiliki Pak Tengeni Gea, masih yang lama, yakni Kartu Keluarga dengan kertas karton dan ketikan manual. KTP mereka juga belum elektronik dan anaknya belum memiliki Akte Kelahiran. BPJS Kesehatan, mereka pun tidak terdaftar”, terang Serma Rahim Panggabean didampingi Sertu Alfon RH Manurung.

Kedua Babinsa Kodim 0211/TT itu sangat prihatin melihat kondisi warga binaannya itu. Mereka pun berupaya semaksimal mungkin berbuat untuk membantu. Serma Rahim Panggabean dan Sertu Alfon RH Manurung bolak-balik menuju Kota Sibolga- Pulau Mursala, selanjutnya menuju ke Pandan, Pusat Ibukota Kabupaten Tapanuli Tengah.

Mereka terlebih dahulu mengurus administrasi kependudukan keluarga Tengeni Gea. Mulai dari Kartu Keluarga Elektronik, KTP serta mengurus BPJS Kesehatan. Memakan waktu sekitar hampir sepekan lamanya. Bahan bakar minyak speed boat juga sudah puluhan jerigen dihabiskan untuk armada yang mereka pakai.

“Kami harus bergantian melakukan pengurusan, sebab harus ada yang tetap berjaga di Pos Pulau Mursala. Di Pos ini, kami juga bertugas menjaga hutan Pulau Mursala dari tangan-tangan perusak hutan, yang berupaya menebang hutan untuk mengambil kayunya”, ungkap Dan Pos Pulau Mursala itu.

Akhirnya, kerja keras dan niat tulus membantu warga membuahkan hasil yang terang benderang. Semua administrasi yang diperlukan selesai sesuai harapan.

Harapan agar Ritasi Gea, bocah wanita penderita cacat lahir, untuk bisa dioperasi, akhirnya dapat terwujud.

Kedua orangtua Ritasi bahkan terkaget, seakan tak percaya mendapat kabar bahagia itu. Dila Waruwu, ibu Ritasi segera mempersiapkan diri, untuk perjalanan menuju Kota Sibolga.

Babinsa Kodim 0211/TT itu juga memfasilitasi keberangkatan Ritasi Gea dari Pulau Mursala menuju Kota Sibolga. Seraya secara bergantian memberikan pendampingan di masa pra operasi, operasi hingga pasca operasi. Seluruh biaya keperluan Ritasi Gea dan ibunya, juga ditanggung oleh Babinsa yang bertugas di Pulau Mursala itu.

Operasi bibir sumbing berjalan lancar dan baik, wajah dan bibir Ritasi sudah tampak normal. Senyuman juga mulai tampak cantik dan menawan. Ritasi kini telah berubah menjadi gadis kecil dengan senyuman indah di wajahnya.

Babinsa Serma Rahim Panggabean dan Sertu Alfons RH Manurung selanjutnya melaporkan situasi yang terjadi kepada Komandan Kodim 0211/TT, Letkol Inf Dadang Alex,S.Sos.

Dandim 0211/TT memberikan apresiasi kepada kedua Babinsa jajarannya itu. Menurutnya, sebagai Babinsa harus peduli dan mengerti keadaan, serta kondisi warga binaan. Babinsa harus berbuat yang terbaik untuk warga, agar bisa dicintai dan dirindukan.

“Babinsa jangan bangga jika ditakuti oleh masyarakat. Babinsa bisa berbangga, jika ia dicintai dan kehadirannya dirindukan warga”, tegas Letkol Inf Dadang Alex,S.Sos.

Caranya, lanjut orang nomor satu di Kodim 0211/TT itu, Babinsa harus memahami situasi dan kondisi warga, mendengar keinginan warga dan berbuat yang terbaik untuk harapan dan keinginan warga.

“Jika Babinsa sudah melakukan itu, maka warga akan selalu mencintai dan selalu merindukan kehadiran Babinsa. Maka segala tugas kewilayahan Babinsa, akan dapat terwujud dengan baik dan lancar”, terang Dadang, Perwira TNI-AD Lulusan Akademi Militer Tahun 1999 itu, sambil menyebutkan hal itu sudah ditunjukkan kedua anggotanya.

Dalam kunjungannya meninjau pelaksanaan vaksinasi dosis kedua di Pulau Mursala, Sabtu (31/7/21), Danrem 023/KS, Kolonel Inf Febriel Buyung Sikumbang didampingi Ketua Persit KCK Koorcab Rem 023/KS PD I/BB, Ny Ina Febriel B Sikumbang, memberikan kejutan indah buat Ritasi Gea.

Gadis kecil yang cantik dengan senyuman berseri itu, mendapat bingkisan dari orang nomor satu di Korem 023/Kawal Samudera itu.

“Terima kasih Bapak Danrem 023/KS dan Ibu Ketua Persit atas perhatian dan bantuannya. Semoga mendapat balasan dari Tuhan”, ungkap Dila Waruwu didampingi putrinya Ritasi, yang tampak bahagia dengan wajah berseri. (Yulianti)

sosialisasi, Umum

Pangdam XVIII/Kasuari : Garda Terdepan Kita Sekarang Adalah Tenaga Kesehatan

tintahitam.news, Papua – Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, S.E., M.Tr.(Han). mengatakan, saat ini garda terdepan adalah para tenaga kesehatan, karena tugas mereka melayani pasien yang terkena Covid-19 di rumah sakit selain itu juga melayani masyarakat untuk divaksin.

Hal tersebut diungkapkan Pangdam saat meninjau langsung pelaksanaan serbuan vaksinasi yang dilaksanakan oleh Kodam XVIII/Kasuari kepada masyarakat, di Pasar Wosi, Manokwari, Papua Barat, Minggu (1/8/2021).

“Jadi Garda terdepan kita adalah mereka-mereka ini, karena mereka berjibaku dan sekarang yang bergerak cepat”, ungkapnya.

Pangdam berterima kasih kepada warga yang hadir melaksanakan vaksinasi karena menurutnya ini merupakan program Pemerintah dalam rangka untuk menekan pandemi Covid-19. Selain itu vaksin merupakan senjata yang paling utama dalam memerangi virus tersebut.

“Saya berterima kasih karena tadinya Papua Barat ada dua status yang mendapatkan PPKM Darurat dan level 4 karena banyaknya yang meninggal dan Rumah Sakit penuh. Saat ini sudah turun menjadi level 3. Sekarang ini semua stake holder bekerja keras untuk menangani pandemi Covid-19 ini”, ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan persentase vaksinasi di Papua Barat saat ini masih sedikit yakni baru 28 persen dari jumlah yang ingin dicapai yaitu 70 persen.

“Kenapa kita harus vaksin agar tubuh ini kebal terhadap virus, untuk itu sekali lagi Bapak Ibu sekalian ayo ajak saudara-saudara kita yang belum melaksanakan vaksin agar segera vaksin”, seru Pangdam.

“Saya relawan pertama yang vaksin di Papua Barat ini, puji Tuhan sampai sekarang saya masih sehat, untuk itu jangan takut untuk divaksin dan sampaikan saudara-saudara kita semuanya yang umur 12 tahun sudah boleh vaksin”, imbau Pangdam.

Ia juga menambahkan diharapkan pencapaian vaksinasi di Papua Barat bisa mencapai 1.000 sampai 2.000 orang. Ikut hadir dalam kegiatan para Asisten dan Kabalakdam XVIII/Kasuari serta Dandim 1801/Manokwari.

Wartawati : Yulianti

Editor : Denny Arya

sosialisasi, Umum

Pelayanan Kesehatan Door To Door, Satgas Yonif 512/QY Pergencar Imbauan Patuhi Prokes

tintahitam.news, Papua – Pembatasan aktivitas masyarakat selama masa pandemi Covid-19 membuat Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis 512/QY berinisiatif untuk memberikan pelayanan kesehatan dengan cara mendatangi warga binaan dari rumah ke rumah di wilayah Distrik Mannem hingga Distrik Yaffi Kabupaten Keerom Papua.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Letkol Inf Taufik Hidayat dalam keterangan tertulisnya di Pos Kotis Distrik Mannem, Minggu (1/8/2021).

Dansatgas menuturkan bahwa pelayanan kesehatan tersebut dilakukan untuk membantu tenaga kesehatan di wilayah setempat sambil memberikan imbauan kepada masyarakat agar menerapkan protokol kesehatan untuk melindungi diri dari virus Covid-19.

“Kami Satgas Yonif Mekanis 512 selalu berupaya untuk memberikan pelayanan kesehatan semaksimal mungkin terhadap masyarakat, tak lupa kami juga mengajak masyarakat agar selalu menggunakan masker apabila keluar rumah, guna memutus rantai virus Covid-19”, tutur Dansatgas.

Dijelaskan, sasaran dari pelayanan kesehatan diutamakan rumah-rumah yang memiliki anak kecil dan warga yang berumur diatas 60 tahun, ini dilakukan karena rata-rata warga yang berumur diatas 60 tahun memiliki riwayat penyakit yang perlu dilakukan pemeriksaan dan perawatan secara berkala.

Masyarakat menyambut dengan baik dan merasa terbantu dengan adanya kegiatan pelayanan kesehatan dari anggota Pos Satgas Yonif Mekanis 512/QY, informasi tersebut diperoleh dari para Danpos yang turut serta ketika memberikan pelayanan kesehatan.

“Alhamdulillah, saya dapat laporan dari para Danpos bahwa masyarakat menyambut dengan baik kegiatan pelayanan kesehatan yang dilakukan dari rumah ke rumah, masyarakat merasa terbantu dengan adanya pelayanan kesehatan tersebut”, pungkas Dansatgas.

Pelayanan kesehatan kepada masyarakat dan imbauan untuk mematuhi Protokol Kesehatan akan terus dilakukan karena kegiatan tersebut merupakan program rutin yang dilaksanakan diseluruh jajaran Pos Satgas Yonif Mekanis 512/QY.

Wartawati : Yulianti

Editor : Denny Arya

PSBB, Umum

Antisipasi Penyebaran Covid-19 Di Perbatasan RI-PNG, TNI Bangun Poskamling Multi Fungsi

tintahitam.news, Papua – Dalam rangka menjaga keamanan lingkungan kampung dan mencegah penyebaran Covid-19 yang ada di perbatasan, Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 131/Brs Pos Skofro Lama membangun pos keamanan lingkungan (Poskamling) multi fungsi, di Kampung Skofro Lama Distrik Arso Timur Kabupaten Keerom, Papua.

Hal tersebut disampaikan Wadan Satgas Pamtas RI-PNG Mayor Inf Ahmad Muzani CH melalui rilis tertulisnya di Distrik Arso Timur Kabupaten Keerom, Papua (1/8/2021).

Di tempat terpisah, Danpos Skofro Lama Letda Inf D.I Ginting mengatakan, Satgas membangun Poskamling multi fungsi ini bersama-sama dengan warga. Hal ini sebagai wujud tanggung jawab bersama dalam menjaga keamanan dan mencegah meningkatnya penyebaran Covid-19 khususnya di Kampung Skofro Lama.

“Poskamling ini disamping sebagai tempat pos pengamanan swakarsa juga dijadikan sebagai pos pengecekan Covid-19 kepada orang yang akan keluar masuk kampung Skofro Lama”, ujar Danpos.

Lanjutnya, delapan personel Pos Skofro Lama yang dipimpin oleh Wadanpos Sertu Sembiring bersama warga Kampung Skofro Lama, selama tiga hari mengerjakan pembangunan Poskamling tersebut.

Pendeta GKI Skofro Lama, Bian Alelo (44 Th), yang ikut serta dalam membangun Poskamling ini mengucapkan terima kasih kepada personel TNI khususnya Pos Skofro Lama atas bantuannya dalam pembangunan poskamling di Kampung Skofro Lama ini.

“Poskamling ini dapat kami gunakan dalam menjaga keamanan lingkungan sekaligus sebagai tempat pengecekan Covid-19 dan sebagai sarana mempererat tali silaturahmi antara warga dan personel Satgas Yonif 131/Brs”, ujarnya.

Wartawati : Yulianti

Editor : Denny Arya

Umum

Cegah Penularan Covid – 19, Satgas Yonif 144/JY Lakukan Penyemprotan Disinfektan dan Bagikan Masker

tintahitam.news, Kalbar – Untuk mencegah penyebaran Covid – 19, personel Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 144/Jy melaksanakan penyemprotan disinfektan di Desa Sei Tekam Kecamatan Sekayam Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.

Hal ini disampaikan Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Letkol Inf Andri Suratman dalam rilis tertulisnya, Minggu (1/8/2021).

Dijelaskannya, penyemprotan disinfektan dilakukan di tiga dusun yaitu Dusun Perimpah, Dusun Amplas, dan Dusun Sei Tekam.

Kegiatan tersebut terus dilakukan hingga pandemi Covid-19 mereda serta tidak hentinya memberikan edukasi kepada masyarakat pentingnya mematuhi prokes di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

“Selain melakukan penyemprotan disinfektan anggota Satgas kami membagikan masker secara gratis, serta mengajak masyarakat agar peduli untuk menerapkan protokol kesehatan”, jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Sebastianus (53) tokoh masyarakat setempat sangat mengapresiasi kegiatan penyemprotan disinfektan dan pemberian masker kepada warganya.

“Kami sangat berterima kasih kepada bapak-bapak TNI yang telah memberikan kami masker secara gratis dan penyemprotan disinfektan di dusun kami, harapan nya warga di tiga dusun ini, bisa memahami pentingnya mematuhi protokol kesehatan dimasa pandemi Covid-19 sekarang ini”, ujar Sebastianus.

Kegiatan yang dipimpin Serka Zulfikar dari SSK 4 Pos Sei Tekam bersama lima rekannya merupakan bentuk kepedulian Satgas terhadap masyarakat, bagaimana cara hidup yang sehat, serta bisa menjadi contoh dan mengedukasi pentingnya mematuhi protokol kesehatan, diantaranya mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak.

Wartawati : Yulianti

Editor : Denny Arya